Pengamat: Dari pengalaman lalu, Golkar tetap kritis meski dukung pemerintah

JAKARTA, Indonesia — Dukungan resmi pada pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang dinyatakan Partai Golkar pasca Rapat Pimpinan Nasional mereka, dinilai tak serta merta membuat haluan politik partai berlambang beringin tersebut akan selalu sejalan dengan pemerintah. 

"Memang secara normatif kita memang harus mendukung pemerintah yang sah. Tapi berkaca pada pengalaman ketika Golkar berada dalam koalisi (Presiden) SBY, mereka juga bisa tetap kritis dan melakukan berbagai manuver meskipun merupakan bagian dari koalisi pemerintah," kata Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J. Vermonte pada Rappler, Selasa, 26 Januari. 

Golkar menurut Philips adalah partai kaya pengalaman dengan kader-kader yang juga sangat lihai sehingga tahu betul kapan harus sejalan dengan pemerintah dan kapan harus bersikap sebaliknya. 

Philips juga menilai wajar sikap Golkar merapat ke pemerintahan yang sah.

"Ini wajar. Golkar seumur hidupnya tidak pernah berada dalam posisi oposisi sehingga menyulitkan bagi mereka untuk berada di luar pemerintah," ujarnya. 

Kemarin, Partai Golkar secara resmi menyatakan dukungannya untuk pemerintahan Jokowi-JK. 

Ini merupakan salah satu sikap politik hasil Rapat Pimpinan Nasional mereka yang berlangsung di Jakarta sejak akhir pekan lalu hingga Senin, 25 Januari kemarin.

Sikap tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua Panitia Rapimnas, Yorrys Raweyai.

Sebelumnya Yorrys menyatakan bahwa ideologi Partai Golkar yang berbasis karya memang mengarahkan partai untuk selalu bersinergi dengan pemerintahan yang sah. Inilah salah satu landasan bagi Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Rappler.com

BACA JUGA: