Hasil lengkap Copa America Centenario 2016

JAKARTA, Indonesia—Turnamen sepak bola antar negara se-Benua Amerika kembali digelar tahun ini dalam rangka 100 tahun berdirinya asosiasi sepakbola benua tersebut CONMEBOL.

Sebanyak 16 negara dari Benua Amerika Utara, Tengah,  dan Selatan bertarung memperebutkan piala spesial tersebut.

Copa America Centenario dimulai dengan pertandingan antara tuan rumah Amerika Serikat melawan Kolombia pada Sabtu, 4 Juni, pukul 08:30 WIB.

Bagaimana hasil seluruh pertandingan dalam Copa America Centenario 2016? Berikut hasil lengkapnya:

Senin, 27 Juni: Final

Argentina vs Chile

Skor akhir: 0-0 (2-4)

Jalannya pertandingan: Kedua tim bermain skor kacamata hingga turun minum. Meski Chile unggul tipis penguasaan bola hingga 53%, namun Argentina lebih banyak melesakkan tendangan percobaan gol sebanyak 6 kali. Sementara Chile belum berkesempatan melakukan satu pun sepanjang babak pertama.

Hingga babak kedua usai, kedua tim masih seri. Pertandingan pun dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Namun Chile berhasil menjadi juara usai mengalahkan Argentina melalui adu penalti 2-4.

Chile harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-28 setelah Diaz mendapatkan kartu kuning kedua akibat melanggar Messi. Kartu kuning pertama juga diterimanya akibat melanggar pemain Barcelona itu.

Kartu merah kembali dikeluarkan wasit pada menit ke-43. Kali ini diberikan kepada pemain Argentina, Marcos Rojo, yang melakukan tackle berbahaya terhadap Arturo Vidal. Kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain.

Ketika babak perpanjangan waktu masih juga tidak menghasilkan gol, pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti.

Arturo Vidal sebagai penendang bola pertama bagi Chile gagal melesakkan bola ke gawang. Argentina berada di atas angin, namun Lionel Messi gagal memanfaatkan kesempatan itu dan juga meleset.

Kiper Chile, Claudio Bravo, menjadi penyelamat ketika menggagalkan tendangan Lucas Biglia.

Francisco Silva menjadi penentu kemenangan Chile dan menyarangkan bola ke gawang Sergio Romero. 4-2 untuk Chile dalam adu penalti. Skor ini membawa Chile kembali mengangkat trofi Copa America.

Selengkapnya di sini.

Minggu, 26 Juni: Perebutan juara tiga

Amerika Serikat vs Kolombia

Skor akhir: 0-1

Jalannya pertandingan: Tuan rumah Amerika Serikat harus memupus mimpinya mendapat gelar dalam turnamen Copa America Centenario. Mereka dikalahkan oleh Kolombia dengan skor 0-1.

Satu-satunya gol Kolombia diciptakan oleh Carlos Bacca pada menit ke-31.

Kemenangan Kolombia sudah diprediksi sejak Bacca mencetak gol semata wayangnya. Pasal, Kolombia selalu memenangi pertandingan tiap kali mereka unggul satu gol per akhir babak pertama.

Terbukti, pada laga ini, prediksi itu menjadi kenyataan.

Sementara itu, Amerika Serikat bukan tanpa perlawanan. Clint Dempsey kerap melakukan penyerangan, namun kiper David Ospina selalu menggagalkannya. Bahkan, Fox Soccer menyebut Ospina sebagai penjaga gawang terbaik dalam Copa America tahun ini.

Meski demikian, finish di peringkat empat Copa America bukan hal yang sama sekali mengecewakan bagi Amerika Serikat. Mereka belum pernah sebelumnya melangkah sampai sejauh ini.

Kamis, 23 Juni

Chile vs Kolombia

Skor akhir: 2-0

Jalannya pertandingan: Chile mengungguli Kolombia 2-0 dan akan bertemu Argentina di final.

Chile membuka keunggulan pada menit ke-7 lewat gol Charles Aranguiz. Empat menit kemudian Jose Fuenzalida menggandakan keunggulan Chile. Skor bertahan hingga turun minum.

Sebelumnya, pertandingan babak kedua harus ditunda karena terjadi badai di Chicago, Amerika Serikat.

Chile berhak maju ke partai final melawan Argentina yang telah memastikan lolos setelah menumbangkan Amerika Serikat 4-0. Sementara Kolombia sudah ditunggu Amerika Serikat dalam perebutan gelar juara ketiga.

Rabu, 22 Juni

Amerika Serikat vs Argentina

Skor akhir: 0-4

Jalannya pertandingan: Argentina melenggang mulus ke final Copa America Centenario 2016 setelah mengalahkan Argentina 4-0. Empat gol tim Tango tersebut dicetak Ezequiel Lavezzi di menit ke-3, Lionel Messi 32' dan dua gol yang diborong Gonzalo Higuain di menit ke-50 dan 86.

Messi memberi pengaruh luar biasa dalam pertandingan. Dia menginspirasi gol Lavezzi dan Higuain. Meski hanya mencetak satu gol, pemain Barcelona itu menyumbang dua assist. 

Pertandingan tersebut tak hanya memberi kemenangan besar Argentina. Tapi juga kekompakan barisan lini depan pasukan Gerardo Martino tersebut. Messi tidak lagi jadi sentral permainan. Tapi lebih sebagai pencipta peluang. Umpan dia ke Higuain di menit akhir babak kedua menunjukkan bahwa Messi mulai menjadi penyuplai bagi ujung tombak tim.

Hasil tersebut membuat Argentina melaju ke final. Ini adalah final ketiga mereka di ajang turnamen besar. Sebelumnya, mereka tampil di final Piala Dunia 2014 dan final Copa America 2015. 

Minggu, 19 Juni

Chile vs Meksiko

Skor akhir: 7-0

Jalannya pertandingan: Chile berhasil lolos ke semifinal setelah membantai Meksiko tujuh gol tanpa balas.

Eduardo Vargas melesakkan empat gol dalam pesta yang berlangsung di Levi's Stadium, Santa Clara, Amerika Serikat tersebut.

Setelah Edson Puch membuka gol pada menit 16, jelang babak pertama berakhir, Vargas menggandakan keunggulan Chile menjadi 2-0.

Pada babak kedua, Chile terus mengganas. Empat menit sejak dimulainya babak kedua, Alexis Sanchez berhasil memperbesar keunggulan Chile. Disusul dengan tiga gol beruntun dari Vargaz, pada menit 52, 57, dan 74.

Kemenangan Chile ditutup dengan gol yang kembali dicetak Edson Puch jelang pertandingan berakhir.

Chile akan menghadapi Kolombia di babak semifinal hari Kamis, 23 Juni mendatang.

Argentina vs Venezuela

Skor akhir: 4-1

Jalannya pertandingan: Argentina memastikan langkah ke babak semifinal Copa America Centenario setelah mengalahkan Venezuela 4-1.

Gol pertama dilesakkan oleh Higuain hanya delapan menit sejak pertandingan dimulai. 20 menit kemudian, penyerang Napoli tersebut berhasil menggandakan skor menjadi 2-0.

Di babak kedua, Lionel Messi menambah rekor golnya dengan memperbesar keunggulan Argentina menjadi 3-0. Venezuela sempat memperkecil ketinggalannya pada menit 70, namun berselang satu menit, Lamela kembali merobek gawang Venezuela dan membuat pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Tim Tango.

Argentina akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat di babak semifinal pada Rabu, 22 Juni mendatang.

Sabtu, 18 Juni

Kolombia vs Peru

Skor akhir: 0-0 (4-2)

Jalannya pertandingan: Kolombia berhasil melenggang ke babak semifinal Copa America Centenario setelah mengalahkan Peru lewat adu penalti dengan skor 4-2.

Meskipun Kolombia tampil lebih dominan, kedua tim bermain imbang 0-0 hingga 90 menit pertandingan dan harus dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa adanya babak tambahan waktu.

Empat eksekutor penalti Kolombia sukses menyarangkan bola, yaitu James Rodriquez, Juan Cuadrado, Dayro Moreno, dan Sebastian Perez.

Sementara di kubu Peru, dua dari empat penendang gagal mencetak gol, yakni Miguel Trauco dan Christian Cueva. Sedangkan Raul Ruidiaz dan Renato Tapia berhasil menaklukkan kiper sebagai penenang pertama dan kedua.

Berkat kemenangan ini, Kolombia berhak maju ke babak semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Meksiko kontra Chile.

Jumat, 17 Juni

Amerika Serikat vs Ekuador

Skor akhir: 2-1

Jalannya pertandingan: Amerika Serikat (AS) mengalahkan Ekuador dengan skor tipis 2-1 dalam laga perempatfinal Copa America Centenario di CenturyLink Field, Seattle, Washington.

Ini adalah kali pertama AS melaju ke semifinal Copa America sejak 1995. Di semifinal, tim tuan rumah akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Venezuela.

AS membuka kemenangan pada menit ke-22 saat Clint Dempsey mencetak gol lewat sundulannya.

Namun kedua tim harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50. Pemain Ekuador, Antonio Valencia, mendapatkan kartu kuning kedua setelah dengan sengaja menekel Alejandro Bedoya.

Sedangkan pemain AS, Jermaine Jones, mendapat kartu merah setelah menampar Michael Arroyo dalam keributan akibat pelanggaran Valencia tadi.

Selang lima menit kemudian, AS menggandakan keunggulan melalui gol Gyasi Zardes, yang sukses meneruskan umpan silang Clint Dempsey dari dalam kotak penalti.

Ekuador mengejar ketinggalan pada menit ke-73 berkat sepakan keras Arroyo dari tepi kotak penalti. Skor tetap 2-1 bagi AS.

Rabu, 15 Juni

Argentina vs Bolivia

Skor akhir: 3-0

Jalannya pertandingan: Argentina mencatatkan hasil sempurna di Copa America Centenario 2016. Mereka mencatatkan kemenangan ketiga dari 3 laga di grup D.

Korban terakhir mereka adalah Bolivia. Tim Tango menghajar lawan terakhirnya di grup itu dengan skor telak 3-0.

Tiga gol Argentina dicetak Erik Lamela di menit ke-13, Ezequiel Lavezzi 15', dan Victor Leandro Cuesta 33'.

Bintang utama pasukan Gerardo Martino, Lionel Messi, kembali disimpan. Dia hanya bermain separo babak. Yakni di menit ke-46 menggantikan Gonzalo Higuain.

Hasil ini membuat Argentina dan Chile lolos ke babak kedua Copa America sebagai juara dan runner up.

Chile vs Panama

Skor akhir: 4-2

Jalannya pertandingan: Meski sempat kalah 1-2 di laga perdana dari Argentina, Chile akhirnya tetap bisa lolos ke babak berikutnya. Itu setelah mereka mengalahkan Panama 4-2.

Kubu Chile sempat ketar-ketir di awal laga. Pasalnya, mereka ketinggalan lebih dulu via Miguel Camargo saat laga baru berusia lima menit.

Namun, berturut-turut Eduardo Vargas membalas Panama dengan dua gol di menit ke-15 dan 43. Alexis Sanchez menambahkannya di menit ke-50.

Kedudukan 3-1 tak membuat Panama putus asa. Mereka sempat mengejar ketertinggalan hingga 3-2 melalui gol Abdiel Arroyo di menit ke-75. Namun, lagi-lagi Sanchez menguburkan ambisi lawan mereka untuk berkiprah lebih jauh di turnamen dua tahunan tersebut.

Selasa, 14 Juni

Uruguay vs Jamaika

Skor akhir: 3-0

Jalannya pertandingan: Meski menang telak 3-0, hasil ini tidak mengubah nasib kedua tim. Baik Uruguay maupun Jamaika sudah dipastikan tidak lolos ke babak perempatfinal akibat dua kekalahan di laga sebelumnya.

 

Uruguay kini menempati posisi tiga klasemen akhir Grup C dengan 3 poin dari 3 pertandingan. Sedangkan Jamaika sama sekali tak mendapatkan angka dan menempati posisi buncit.

 

Uruguay mencetak gol pertama pada menit ke-21 lewat sepakan Abel Hernandez. Gol bunuh diri Je-Vaughn Watson pada menit ke-66 membuat Uruguay menggandakan keunggulan.

 

Jelang pertandingan berakhir, Uruguay unggul 3-0 berkat aksi Mathias Corujo.

 

Meksiko vs Venezuela

Skor akhir: 1-1

Jalannya pertandingan: Dua tim yang sudah pasti lolos ke babak berikutnya bertanding. Hasilnya, Meksiko dan Venezuela bermain seri 1-1. Venezuela unggul lebih dulu melalui Jose Velazquez di menit ke-10 sedangkan Meksiko baru menyamakan kedudukan di menit ke-80 melalui Jesus Corona.

Hasil tersebut membuat Meksiko lolos ke babak kedua Copa America Centenario 2016 sebagai juara grup. Sedangkan Venezuela sebagai runner-up. Pertandingan berikutnya antara Uruguay melawan Jamaika tidak lagi berarti. Sebab, dua tim tersebut sudah pasti tak lolos.

Senin, 13 Juni

Brasil vs Peru

Skor akhir: 0-1

Jalannya pertandingan: Hasil mengejutkan kembali terjadi di Copa America Centenario 2016. Brasil harus angkat koper dari turnamen tersebut setelah kalah 0-1 dari Peru.

Yang lebih menyakitkan, gol semata wayang Peru terjadi secara kontroversial. Raul Ruidiaz mencetak gol ke gawang Brasil dengan tangannya di menit ke-75. Dalam siaran lambat, terlihat Ruidiaz menyambut crossing tanggung rekannya dengan mengayunkan lengannya. Bola pun tembus ke gawang Selecao.

Wasit Andres Cunha dari Uruguay sempat terlibat diskusi intensif dengan para hakim garis. Namun, akhirnya dia memutuskan bahwa gol tersebut sah. Hingga peluit akhir ditiupkan, Brasil tak bisa menyamakan kedudukan.

Ekuador vs Haiti 

Skor akhir: 4-0

Jalannya pertandingan: Ekuador mengalahkan Haiti 4-0 dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup B.

Ekuador membuka keunggulan pada menit ke-11 lewat gol Enner Valencia. Jamie Ayovi menggandakan keunggulan Ekuador pada menit ke-20.

Beranjak ke babak kedua, Ekuador mencetak gol ketiga pada menit ke-57 berkat sepakan voli Christian Noboa. Antonio Valencia membuat Ekuador semakin menjauh dengan kedudukan 4-0 pada menit ke-78. 

Kemenangan ini untuk sementara mengantar Ekuador ke puncak klasemen dan lolos ke babak perempatfinal. Posisi mereka masih bisa digeser pemenang antara Brasil melawan Peru.

Minggu, 12 Juni

Kolombia vs Kosta Rika

Skor akhir: 2-3

Jalannya pertandingan: Kolombia yang menjanjikan di awal Copa America Centenario 2016 secara mengejutkan justru kalah di laga pemungkas grup A. Mereka tak berdaya dibekuk Kosta Rika 2-3. 

Kosta Rika unggul cepat via Johan Venegas saat pertandingan baru berjalan dua menit. Kolombia sempat membalas lima menit kemudian. Namun, Kosta Rika kembali unggul setelah Frank Fabra mencetak gol bunuh diri (34’).

Celso Borges membawa Kosta Rika unggul dua gol di menit ke-58. Marlos Moreno pun memperkecil ketertinggalan.

Meski kalah, Kolombia tetap lolos ke babak berikutnya. Mereka berada di posisi kedua klasemen akhir grup A. Amerika Serikat yang kalah dari Kolombia di laga pertama justru lolos ke babak kedua Copa America dengan status juara grup.

Amerika Serikat vs Paraguay

Skor akhir: 1-0

Jalannya pertandingan: Amerika Serikat (AS) akhirnya melenggang ke perempatfinal Copa America Centenario setelah membungkam perlawanan Paraguay dengan skor 1-0.

Clint Dempsey dan kawan-kawan memastikan tiket perempatfinal bersama Kolombia karena sama-sama memperoleh enam poin pada tabel klasemen, atau sudah tidak bisa dikejar oleh Kosta Rika yang cuma memiliki satu poin. 

Hasil ini juga memastikan Kosta Rika dan Paraguay tersingkir dari Copa America Centenario. 

Sementara itu, Amerika Serikat mengungguli Paraguay 1-0 pada menit 27 lewat sontekan Dempsey yang meneruskan umpan tajam Gyasi Zardes dari sayap kiri. 

AS harus kehilangan satu pemain ketika De Andre Yedlin diusir wasit akibat melakukan dua pelanggaran pada menit 47 terhadap Miguel Almiron dan menjatuhkan Samudio pada menit 48. 

Sabtu, 11 Juni

Argentina vs Panama

Skor Akhir: 5-0

Jalannya pertandingan: Argentina melanjutkan kesempurnaanya di Copa America Centenario 2016. Setelah di laga perdana mereka mengalahkan juara bertahan Chile 2-1, kali ini pasukan Gerardo Martino itu menghajar Panama 5-0. 

Laga tersebut tak ubahnya "Lionel Messi show". Pemain Barcelona itu baru masuk di menit ke-61. Namun, dalam waktu hanya setengah jam itu dia mencetak hattrick di menit ke-68, 79, 87. Sebelum dia masuk, tim Tango sudah unggul dulu di babak pertama via sundulan Nicolas Otamendi di menit ke-7.

Saat sedang ketinggalan 0-1 itu, Panama justru bermain keras. Tak sampai setengah jam, 3 pemain mereka mendapat kartu kuning. Puncaknya, Anibal Cesis Godoy mendapat kartu kuning kedua di menit ke-32.

Unggul jumlah pemain, Argentina pun semakin merajalela. Sergio Aguero tak mau hanya jadi cameo pertunjukan Messi. Dia menambah tabungan gol timnya dengan gol penutup di menit ke-90. Argentina pun memimpin klasemen sementara grup D dengan 6 poin.

Chile vs Bolivia

Skor akhir: 2-1

Jalannya pertandingan: Juara bertahan Chile akhirnya mampu meraih kemenangan perdana di Copa America Centenario 2016. Mereka mengalahkan Bolivia 2-1 di Gillette Stadium, Massachusetts. Tim berjuluk La Roja itu mencetak gol lebih dulu di awal babak kedua melalui Arturo Vidal.

Namun, keunggulan itu tidak permanen. 15 menit kemudian Jhasmany Campos membalas gol Vidal dan membuat kedudukan 1-1. Chile terus berusaha membongkar pertahanan Bolivia. Namun, mereka tak mampu menembus soliditas pertahanan pasukan Julius Baldivieso hingga Walter Veizaga melakukan handsball di kotak penalti di masa injury time.

Wasit menunjuk titik putih. Arturo Vidal mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna.

Hasil tersebut membuat Chile naik peringkat ke posisi tiga grup D dengan 3 poin. Peluang mereka ke babak selanjutnya semakin terbuka karena koleksi poin mereka kini sama dengan Panama di posisi runner up klasemen sementara.

Jumat, 10 Juni

Meksiko vs Jamaika

Skor akhir: 2-0

Jalannya pertandingan: Meksiko berhasil menyusul Venezuela ke babak perempat final Copa America Centenario setelah menaklukkan Jamaika 2-0.

Gol pertama dicetak oleh penyerang Bayern Leverkusen Javier "Chicarito" Hernandez pada menit 18. Sementara pada penghujung babak kedua, gol Orilbe Peralta mampu menggandakan kemenangan Meksiko.

Hasil ini membuat Uruguay dan Jamaika dipastikan gagal melaju babak perempatfinal Copa America Centenario.

Uruguay vs Venezuela

Skor akhir: 0-1

Jalannya pertandingan: Nasib Timnas Uruguay di ujung tanduk setelah kalah 0-1 dari Venezuela dalam pertandingan fase grup kedua Copa America di Stadion Lincoln Financial Philadelphia.

Dengan kekalahan itu, Uruguay belum memperoleh poin setelah kalah 1-3 dari Meksiko di laga pembuka. 

Uruguay dipastikan tersingkir dari Copa Amerika, setelah Meksiko berhasil mengalahkan Jamaika.

Gol tunggal kemenangan Venezuela sendiri dibukukan oleh penyerang klub Inggris, West Bromwich Albion, Salomon Randon, yang menyontek bola pantulan hasil sepakan Alejandro Guerra pada menit ke-36. 

Kamis, 9 Juni

Ekuador vs Peru

Skor akhir: 2-2

Jalannya pertandingan: Kemenangan di depan mata harus lepas di tangan Peru. Mereka sudah mampu unggul 2-1 di akhir babak pertama tapi justru kehilangan kesempatan berharga mengoleksi 3 angka dalam laga grup B di University of Phoenix Stadium, Glendale, Arizona. 

Peru mencetak gol lebih dulu via Christian Cueva di menit kelima disusul Edison Flores delapan menit kemudian. 

Ekuador membalas melalui Enner Valencia di menit ke-39 dan Miller Bolanos 49’. 

Peluang Peru untuk memenangi pertandingan kembali terbuka saat Gabriel Achilier mendapat kartu kuning kedua di menit ke-90. Sayang, meski melawan 10 pemain, Peru tak bisa memanfaatkannya hingga peluit panjang ditiup wasit

Brasil vs Haiti

Skor akhir: 7-1

Jalannya pertandingan: Timnas Brasil menghajar Haiti dengan skor telak 7-1 pada pertandingan kedua fase grup Copa America Centenario di Stadion Camping World Orlando, Florida, Amerika Serikat.

Penyerang Liverpool, Philippe Coutinho, menyumbang tiga gol, Renato Augusto memberikan dua gol, sedangkan Gabriel dan Lucas Lima masing-masing mencetak satu gol untuk Brasil dalam laga ini. 

Sementara satu gol Haiti dicetak oleh James Marcelin pada babak kedua. 

Kemenangan ini membawa Tim Samba naik ke puncak klasemen sementara grup B Copa America Centenario dengan perolehan empat poin, diikuti Peru dengan tiga poin, Ekuador satu poin, dan Haiti yang tanpa poin di dasar klasemen.

Kendati menang besar, Brasil baru bisa memastikan lolos ke perempat final pada pertandingan terakhir melawan Peru pada 13 Juni 2016.

Rabu, 8 Juni

Amerika vs Kosta Rika

Skor akhir: 4-0

Jalannya pertandingan: Tuan rumah Amerika Serikat langsung melampiaskan kekalahan di laga pembuka Copa America Centenario 2016. Jika sebelumnya pasukan Juergen Klinsmann itu dihajar Kolombia 0-2, kali ini mereka menghajar Kosta Rika 4-0 di Stadion Soldier Field, Illionis, California, Amerika Serikat.

Empat gol tim Paman Sam dicetak oleh Clint Dempsey di menit ke-9 via tendangan penalti, kemudian Jermaine Jones di menit ke-37, Bobby Shou Wood (42'), dan Graham Zusi 87'.

Titel man of the match pantas disandang Dempsey. Dia tak hanya mencetak satu gol. Tapi, tiga gol rekan-rekannya lahir dari assist dia. 

Hasil tersebut membuat AS langsung berada di peringkat kedua klasemen sementara grup A di bawah Kolombia dengan koleksi 3 poin. Kolombia meraih 6 angka setelah menang atas Paraguay 2-1.

Colombia vs Paraguay

Skor akhir: 2-1

Jalannya pertandingan: Kolombia terus meraih angka sempurna. Setelah menundukkan tuan rumah Amerika 2-0, di laga kedua mereka mengalahkan Paraguay 2-1.

Gol Kolombia dicetak Carlos Bacca di menit ke-13 dan James Rodriguez di menit ke-30. Gol semata wayang Paraguay dicetak Victor Ayala di menit ke-71. 

Upaya Paraguay untuk mengejar ketertinggalan semakin sulit setelah di menit ke-81 Oscar Romero diganjar kartu kuning kedua. Paraguay pun harus bermain dengan 10 orang.

Selasa, 7 Juni

Argentina vs Chile

Skor akhir: 2-1

Jalannya pertandingan: Juara bertahan Chile meraih hasil buruk dalam perdananya di Copa America Centenario 2016. Mereka kalah oleh Argentina 1-2 di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Amerika Serikat.

Partai di grup D tersebut ibarat ulangan laga final Copa America 2014. Bedanya, di partai puncak Chile menjadi juara setelah mengalahkan Argentina melalui drama adu penalti.

Namun, dalam laga pada Selasa, 7 Juni tersebut, giliran Chile yang menjadi pecundang. Mereka dihajar gol Angel di Maria di menit ke-51 dan Ever Banega di menit ke-59. 

Chile hanya mampu membalas melalui gol semata wayang Jose Pedro Fuenzalida pada injury time. Selengkapnya.

Panama vs Bolivia

Skor akhir: 2-1

Jalannya pertandingan: Panama membuka harapan untuk lolos ke babak kedua Copa America Centenario 2016. Ini setelah mereka menang 2-1 atas Bolivia di Camping World Stadium, Orlando, Florida.

Dua gol Panama dicetak oleh Blas Perez di menit ke-11. Juan Carlos Ace dari Bolivia menyamakan kedudukan di menit ke-54. Namun, Panama akhirnya meraih tiga angka setelah Blas Perez kembali membobol gawang Bolivia tiga menit jelang injury time.

Hasil tersebut membuat Panama menempel di posisi kedua grup D di bawah Argentina. Mereka membuka peluang lolos ke babak berikutnya jika bisa mengungguli Chile, kandidat kuat runner up D, dalam koleksi poin di akhir fase grup.

Senin, 6 Juni

Meksiko vs Uruguay

Skor akhir: 3-1

Jalannya pertandingan: Di laga perdana Copa America Centenario 2016, Uruguay kalah telak dari Meksiko 1-3 di University of Phoenix Stadium, Glendale, Arizona, Amerika Serikat.

Meksiko langsung unggul saat pertandingan baru berjalan 4 menit melalui gol bunuh diri bek Uruguay, Alvaro Pereira. 

Kalah taktis dan penguasaan bola membuat Uruguay bermain kasar. Akibatnya, Matias Vecino diganjar kartu kuning kedua beberapa detik sebelum babak kedua berakhir.

Bermain dengan sepuluh orang membuat Uruguay dalam tekanan. Namun, harapan sempat muncul di menit ke-73 saat gelandang Meksiko Jose Guardado mendapat kartu kuning kedua. Kedua tim sama-sama bermain dengan 10 orang.

Hanya berselang satu menit dari kartu merah tersebut, Diego Godin menyamakan kedudukan. 

Namun, gol pemain Atletico Madrid itu sia-sia. Sebab, Rafael Marquez dan Hector Herrera langsung memberondong gawang Fernando Muslera dengan 2 gol cepat di 5 menit terakhir. Laga pun berakhir dengan kemenangan telak Meksiko.

Hasil tersebut membuat Uruguay berada di posisi buncit grup C.

Jamaika vs Venezuela

Skor akhir: 0-1

Jalannya pertandingan: Jamaika bertengger di posisi tiga klasemen sementara grup C setelah kalah 0-1 dari Venezuela. Sedangkan La Vinotinto—julukan Venezuela—menempel Meksiko dengan koleksi angka sama-sama 3 poin.

Gol tunggal dalam pertandingan ini dicetak oleh penyerang klub Italia, Torino, Josef Martinez hanya 15 menit setelah pertandingan dimulai.

Minggu, 5 Juni

Brasil vs Ekuador

Skor akhir: 0-0

Jalannya pertandingan: Brasil ditahan seri Ekuador 0-0 di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, AS, Minggu, 5 Juni.

Meski bermain lebih dominan dengan penguasaan bola, Selecao belum bisa menembus barikade pertahanan Gustavo Quinteros. Sejumlah pemain Brasil juga kerap salah umpan. Terutama saat berada di area akhir pertahanan lawan.

Justru Los Amarillos—julukan Ekuador—yang kerap menembus pertahanan Brasil via serangan balik lewat sayap. Meskipun begitu, Walter Ayovi dan kawan-kawan juga tak bisa menembus gawang Brasil yang dikawal Alisson.

Haiti vs Peru

Skor akhir: 0-1

Jalannya pertandingan: Peru menjadi pemuncak klasemen sementara grup B setelah menang atas Haiti dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal Peru dicetak oleh penyerang dari klub Flamengo berusia 32 tahun Paulo Guerrero.

Kosta Rika vs Paraguay

Skor akhir: 0-0

Jalannya pertandingan: Kosta Rika ditahan seri Paraguay 0-0 di Camping World Stadium, Orlando, Minggu, 5 Juni.

Dalam laga tersebut, Kosta Rika memang lebih banyak bertahan. Tak jarang, mereka melakukan tekel keras pada tim berjuluk Los Guaranies tersebut. Bahkan, Yeltsin Tejeda mendapat kartu kuning di menit pertama pertandingan.

Di babak kedua, giliran Ronald Matarrita mendapat hukuman yang sama. Puncaknya, Kendall Waston mendapat kartu merah langsung di akhir babak kedua.

Sabtu, 4 Juni

Amerika Serikat vs Kolombia

Hasil akhir: 0-2

Jalannya pertandingan: Tuan rumah Amerika Serikat tak berdaya dalam laga pembukaan Copa America 2016. Mereka keok di tangan Kolombia dengan skor telak 2-0.

Dua gol Kolombia dicetak oleh Christian Zapata saat laga baru berjalan 8 menit. Masih di babak pertama, pasukan Jose Pekerman menambah luka Paman Sam dengan gol via tendangan penalti James Rodriguez.

Hasil tersebut langsung membuat Los Cafeteros meroket ke peringkat pertama grup A dengan koleksi 3 angka. Sebaliknya, pasukan Juergen Klinsmann berada di dasar klasemen dengan koleksi poin nol plus minus dua gol.—Rappler.com