Akui kekalahan, Clinton berharap Trump sukses menjadi Presiden AS

CLINTON. Mantan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton didampingi suaminya, mantan Presiden Bill Clinton akan naik ke atas panggung untuk menyampaikan pidato berisi pengakuan dirinya kalah dalam pemilu AS. Foto oleh Justin Sullivan/Getty Images/AFP

CLINTON. Mantan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton didampingi suaminya, mantan Presiden Bill Clinton akan naik ke atas panggung untuk menyampaikan pidato berisi pengakuan dirinya kalah dalam pemilu AS.

Foto oleh Justin Sullivan/Getty Images/AFP

JAKARTA, Indonesia - Terkejut dan menyakitkan. Itu yang dirasakan oleh kandidat Presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton ketika mengetahui dirinya dikalahkan oleh Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat yang digelar pada Selasa, 8 November. Bahkan, tak sedikit pendukung Clinton yang menangis mengetahui mantan Menteri Luar Negeri itu kalah dari Trump.

Namun, Clinton tetap tabah dan mendorong agar pendukungnya menerima hasil pemilu tersebut. Dalam pidato yang telah ditunggu-tunggu banyak pihak, mantan Ibu Negara itu berharap Trump akan sukses mengemban tugas sebagai presiden AS terpilih.

Clinton bahkan menawarkan diri untuk bekerja bersama Trump dalam proses pembangunan negeri.

“Tadi malam, saya telah mengucapkan selamat kepada Donald Trump dan menawarkan diri untuk bekerja bersama atas nama negara kita,” ujar Clinton yang terlihat berupaya menahan air matanya dalam pernyataan publik pertama usai dikalahkan Trump.

“Saya berharap dia bisa menjadi Presiden yang sukses bagi seluruh warga Amerika,” katanya lagi.

Dia mengakui pemilu pada hari Selasa kemarin menunjukkan Amerika telah terbelah lebih dalam dibandingkan yang mereka kira.

“Tetapi, kita berhutang kepada (Trump) pemikiran yang terbuka dan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memimpin,” tutur Clinton lagi.

Clinton menderita kekalahan yang mengejutkan terhadap lawannya dari Partai Republik, Trump dengan perolehan electoral vote sementara 218. Sementara, Trump berhasil meraih 289 electoral vote. Untuk menang, masing-masing kandidat harus mengantongi minimal 270 electoral vote.

“Ini bukan hasil yang kita inginkan atau kita upayakan begitu keras. Dan saya minta maaf jika kita tidak memenangkan pemilu ini untuk nilai-nilai yang kita bagi dan visi yang kita pegang teguh bagi bangsa ini,” kata perempuan yang pernah berprofesi sebagai pengacara itu.

Dia mengakui kenyataan tersebut sulit dan membutuhkan waktu lama untuk pulih.

“Tetapi, saya ingin kalian mengingat ini: kampanye kita bukan mengenai seseorang atau sebuah pemilu. Tetapi, ini mengenai negara yang kita cintai dan akan membangun sebuah Amerika yang penuh harapan, berhati besar dan inklusif,” tutur Clinton.

Proses demokrasi yang konstitusional, kata Clinton lagi yakni dengan membiarkan peralihan kekuasaan secara damai. Dia mengatakan rakyat Amerika tidak hanya akan menghormati proses tersebut, tetapi juga mensyukurinya.

Melalui pidatonya, Clinton turut berpesan bagi anak-anak muda bahwa dalam hidup selalu ada kesuksesan dan kemunduran. Bahkan, tak sedikit kemunduran itu terasa sangat menyakitkan.

MELAMBAIKAN TANGAN. Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai menyampaikan pidato berisi pengakuan kekalahan dalam pemilu AS. Clinton dilkalahkan oleh kandidat dari Partai Republik Donald Trump. Foto oleh Jewel Samad/AFP

MELAMBAIKAN TANGAN. Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai menyampaikan pidato berisi pengakuan kekalahan dalam pemilu AS. Clinton dilkalahkan oleh kandidat dari Partai Republik Donald Trump.

Foto oleh Jewel Samad/AFP

“Banyak di antara kalian yang di awal karier profesional sebagai pejabat publik dan politisi akan mengalami kesuksesan dan kemunduran pula,” katanya.

Di bagian akhir, Clinton berpesan kepada Trump agar tetap menghormati nilai-nilai yang dipegang oleh Amerika sebagai satu bangsa ketika memasuki Gedung Putih.

“Nilai-nilai itu antara lain penegakan hukum, prinsip bahwa kita memiliki hak yang setara dan bermartabat, kebebasan untuk beribadah dan menyampaikan pendapat. Kita menghormati dan mensyukuri nilai-nilai tersebut dan harus tetap kita bela,” katanya.

Sementara, di tempat berbeda Presiden Barack Obama berjanji akan membuat peralihan yang mulus dari kepemimpinannya ke Trump. Dalam pidatonya di Rose Garden, Gedung Putih Obama menyerukan agar warga Amerika tetap bersatu pasca melalui pemilu.

“Kita akan selalu mendahulukan warga Amerika dan mengedepankan sikap patriotis. Kita semua menginginkan apa yang terbaik untuk negara ini,” kata Obama. - dengan laporan AFP/Rappler.com