Waspada, hujan lebat dan angin berlangsung beberapa pekan

JAKARTA, Indonesia  —   Nyaris tiada hari tanpa hujan. Itulah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, di Jakarta dan sekitarnya. Hiujan turun bisa pagi hari seperti kemarin dan hari ini, atau kadang di malam hari.  

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini disebabkan oleh hembusan angin baratan.  “Tiupan angin baratan ini kini sudah normal setelah sebelumnya terjadi anomali,” kata prakirawan BMKG Eko Hadi Santoso, kepada Rappler.com, Senin, 25 Januari 2016.

Hujan lebat disertai angin kencang dan petir diperkirakan akan terus terjadi hingga Februari sebagai puncak musim hujan. “Meski memang tidak setiap hari hujan,” katanya.

Eko mengimbau kepada segenap masyarakat untuk berhati-hati. Sebab, tiupan angin kencang dan hujan lebat berpotensi menyebabkan berbagai gangguan.  “Seperti di Jakarta dan kota-kota lain sering terjadi pohon tumbang. Atau lobang di jalan yang tidak terlihat karena genangan air,” katanya.

Selain harta benda, bencana semacam ini juga bisa mengancam jiwa. Pengguna moda udara juga harus mewaspadai cuaca buruk di wilayah Sumatra Selatan, Bengkulu, Palembang, Jambi , Lampung, Pangkal Pinang, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Pengguna moda laut juga perlu mewaspadai tingginya gelombang yang bisa mencapai lebih dua meter. Di antaranya di wilayah Samudera Hindia di Barat Sumatera, Selatan Jawa, dan Bali. Juga Laut China Selatan, Selatan Karimata, dan perairan Papua. —   Rappler.com

BACA JUGA