Empat pelaku penyerangan Paris teridentifikasi

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Otoritas Perancis telah berhasil mengidentifikasi empat orang pelaku serangan di Paris, Jumat, 13 November 2015.

Pelaku pertama diketahui bernama Ismael Omar Mostefai. Menurut seorang anggota Parlemen Perancis, Jean-Pierre Gorges, Mostefai sempat tinggal di sebuah daerah bernama Chartres hingga 2012.

Mostefai adalah salah seorang pelaku teror Paris yang menewaskan sedikitnya 129 orang dan melukai lebih dari 350 orang lainnya.

Ia meledakkan bom bunuh diri bersama 6 orang lainnya di tempat-tempat yang berbeda. Sedangkan satu pelaku lainnya tewas setelah ditembak polisi.

Ayah dan kakak Mostefai — keduanya warga negara Perancis — saat ini juga ditahan oleh otoritas Perancis atas dugaan keterlibatan dalam aksi terorisme.

Pelaku kedua yang berhasil diidentifikasi adalah pria 26 tahun bernama Salah Abdeslam yang tinggal di Brussel, Belgia.

BURON. Salam Abdeslam merupakan salah satu buronan pelaku serangan di Paris. Foto dari Police Nationale/AFP

BURON. Salam Abdeslam merupakan salah satu buronan pelaku serangan di Paris.

Foto dari Police Nationale/AFP

Abdeslam merupakan salah satu dari tiga bersaudara pelaku pembantaian yang tinggal di perkampungan imigran di Molenbeek, Belgia. Sebelumnya polisi setempat juga telah melakukan beberapa penangkapan di tempat tersebut.

Pada Senin, 16 November, pihak otoritas Perancis kembali mengumumkan identitas dua orang pelaku serangan yang sebelumnya pernah terlibat dalam kasus terorisme.

Mereka adalah Samy Amimour yang berusia 28 tahun dan pria berpaspor Suriah bernama Ahmad Al Mohammad. Namun pihak otoritas mengatakan bahwa dokumen tersebut masih harus diperiksa keasliannya.

Sebelumnya, polisi Perancis menemukan sebuah paspor Suriah di temapt kejadian perkara. Penemuan ini menimbulkan kecurigaan bahwa beberapa dari pelaku adalah imigran dari Suriah yang mencari suaka di Eropa akibat perang saudara di negera asal.

"Sebuah paspor Suriah atas nama seseorang kelahiran Suriah September 1990 ditemukan di dekat seorang pembom bunuh diri yang meledakkan diri di depan (Stadion) Stade de France," kata Jaksa Perancis, Francois Molins, dalam jumpa pers.

Yunani pintu masuk pengungsi

Menteri Urusan Perlindungan Warga Negara Yunani Nikos Toskas mengonfirmasi kepemilikan paspor Suriah tersebut.

"Kami memastikan bahwa pemegang paspor Suriah masuk melalui Pulau Leros di Yunani pada 3 Oktober, di mana dia terdaftar sesuai aturan Uni Eropa," kata Toskas.

Orang asing lainnya yang berkaitan dengan serangan itu juga ditemukan terdaftar sebagai pengungsi di Yunani.

Yunani adalah pintu masuk utama ke Eropa untuk ratusan ribu pengungsi Suriah di mana para pejabat keamanan Eropa sudah lama mencurigai ditunggangi oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menghancurkan gedung konser padat penonton, restoran-restoran dan bar-bar di berbagai area di Paris, dan daerah luar stadion nasional.—Rappler.com

BACA JUGA: