5 hal perempuan perlu tahu soal hak seksualnya

Rappler.com
5 hal perempuan perlu tahu soal hak seksualnya
Perempuan juga berhak menikmati aktivitas seksual

JAKARTA, Indonesia — Membahas soal seks masih jadi hal tabu buat sebagian penduduk Indonesia. Apalagi kalau menyangkut soal hak seksual perempuan.

Tapi dalam diskusi bertajuk “Equality in the Bedroom, the Art of Pleasure” hak seksual perempuan ini dibahas secara terbuka. Apa isinya? 

1. Kesenjangan dalam pengalaman seksualitas

“Kurang dari sepertiga perempuan di Indonesia mengalami orgasme, dibandingkan dengan dua pertiga laki-laki,” tutur Firliana Purwanti, penulis buku The ‘O’ Project. Hal ini menunjukan bahwa perempuan Indonesia masih mengalami kesenjangan yang tinggi dalam pengalaman seksualitasnya.

2. Salah kaprah terbesar: perempuan bukan makhluk seks

Menurut pakar seksologi Zoya Amirin, perempuan seringkali tidak merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan seksualnya sendiri.

“Mereka tidak mengambil sikap untuk menikmati keintiman seksual dengan pasangannya,” ujarnya.

3. Kekerasan terjadi karena ketidaktahuan kita atas hak seksual

Dokter Nurlan Silitonga dari Klinik Angsamerah menjelaskan bahwa ketidaktahuan dan salah kaprah terkait pengalaman seks merupakan salah satu penyebab dari banyaknya penyakit seksual, disfungsi seksual, hingga kekerasan dalam hubungan.

“Ini yang terjadi ketika seks dilihat sebagai sesuatu yang buruk, padahal seks adalah sebuah anugerah,” tuturnya.

4. Sex should be a pleasure

Di masa lalu, kegiatan seksual hanya sekedar kegiatan reproduksi. Namun saat ini, kita bisa mencari tahu lebih jauh dan bereksperimen. 

“Namun sekarang kegiatan seksual semakin berkembang dan menjadi kegiatan yang menyenangkan,” kata Nurlan.“Selama kamu bahagia, dan kamu tidak sakit.”

Zoya juga mengemukakan hal yang serupa. Pasangan harus sama-sama bertanggung jawab atas kepuasan pasangannya.

“Bagaimana keduanya bisa sama-sama happy,” jelas Zoya.

5. Pasangan kamu berhak tahu yang kamu suka

Ketahui bagian sensitif kamu. Baik Zoya maupun Nurlan mengatakan bahwa kita harus mengkomunikasikannya.

“Karena laki-laki bukan nenek sihir yang bisa tahu kalau kamu nggak bilang,” kata Nurlan. 

Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun kedua majalah online Magdalene. — Rappler.com  

Foto oleh Shutterstock

BACA JUGA:

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.