Target Rio Haryanto di F1 Bahrain: Melihat bendera finish

Rappler.com

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Target Rio Haryanto di F1 Bahrain: Melihat bendera finish
'Saya tidak sabar untuk melihat bendera finish,' kata Rio Haryanto

 

JAKARTA, Indonesia — Pebalap Formula 1 asal Indonesia, Rio Haryanto, mengatakan ingin menyelesaikan balapan keduanya pada musim ini saat ia berlaga di Bahrain, pada Minggu, 3 April.

“Yang paling penting, saya tidak sabar untuk melihat bendera finish,” kata Rio, seperti yang disampaikan Cep Goldia, staf media relations Rio Haryanto, melalui surat elektronik, Kamis, 31 Maret.

Saat tampil pada debutnya di Melbourne, Australia, Rio meraih hasil kurang maksimal saat terjadi kerusakan pada mobil tim Manor Racing yang dikendarainya. Ia harus gugur pada lap ke-18.

Namun, ia menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran positif bagi karir pemuda 23 tahun ini.

“Ada terlalu banyak hal-hal positif untuk diambil dari akhir pekan tersebut. Jadi jelas itulah yang saya lakukan. Secara pribadi, saya cukup senang dengan kecepatan saya dan bagaimana saya menerjemahkan semua yang saya pelajari dari tes ke dalam konteks akhir pekan lomba,” kata Rio.

“Saya tahu tim kecewa dengan masalah yang mengakhiri balapan saya tapi ini semua tentang melihat ke depan dan ada begitu banyak hal-hal lain yang akan kami temui.”

Sebelumnya, Rio menargetkan dirinya tampil di 15 besar saat di Melbourne. Kini, tujuannya adalah melihat melihat bendera finish saat tampil pada seri kedua di Sirkuit Internasional Sakhir Bahrain. 

Ia mengakui, dukungan dari masyarakat Indonesia benar-benar spesial. 

“Gairah F1 di Indonesia sangat besar sekarang dan saya merasa sangat bangga mengibarkan bendera Merah Putih,” kata pria asal Solo itu.

Selama jeda perlombaan, Rio menyempatkan diri pulang ke Solo. 

“Semua orang ingin mendengar cerita tentang balapan, jadi saya harus menghidupkan kembali pengalaman itu lagi. Itulah tugas saya untuk menghargai semua dukungan dengan cara berbagi setiap detil dari pengalaman bersama fans, jadi ada banyak pertemuan dengan media serta beberapa acara lain, dan ada sedikit waktu untuk persiapan ke Bahrain,” katanya.

Manor Racing kecewa hasil Melbourne

Rekan satu tim Rio, pembalap asal Jerman, Pascal Wehrlein, juga mengatakan dirinya belajar banyak di Melbourne. 

“Sebagai sebuah tim, kami belajar banyak di Melbourne. Kualifikasi tidak berjalan dengan baik bagi kami dan karena kita memiliki format serupa di sini, di Bahrain kami perlu mempraktekkan apa yang telah dipelajari,” kata Wehrlein.

“Kami masih memiliki jalan yang panjang dalam mengoptimalkan set-up untuk melawan masalah degradasi ban yang kami alami di paruh kedua lomba. Ini adalah awal yang baik, tapi ada banyak ruang untuk perbaikan di setiap area, termasuk saya.”

Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan, mengatakan timnya meninggalkan Melbourne dengan rasa sedikit kecewa.

“Kami meninggalkan Melbourne dengan rasa sedikit kecewa, itu jelas sekali. Para pembalap telah menyelesaikan tugas dengan baik dan ada banyak potensi di dalam mobil tapi kami perlu bekerja lebih baik lagi, memastikan semua berjalan lancar di saat-saat krusial,” kata Ryan.

“Saya yakin setiap tim bisa mengatakan hal yang sama seperti itu karena ini baru permulaan tapi saya berharap kami bisa membuat perbaikan di semua area pada akhir pekan ini.” —Laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI