Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

PSM Makassar vs Persela Lamongan: Juku Eja dalam tekanan

JAKARTA, Indonesia — ‎PSM Makassar akan berjumpa dengan Persela Lamongan dalam lanjutan ISC A di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu, 7 Mei, pukul 16:00 WIB. Laga ini layak disebut sebagai duel dua tim terluka.

PSM Makassar boleh berstatus tuan rumah. Mereka diunggulkan ‎di laga ini. Tapi, tim berjuluk Juku Eja itu masih belum bisa menghilangkan trauma kekalahan di laga perdana. Mereka takluk dari Semen Padang 1-2, pekan lalu di Padang.

Kekalahan itu membuat suasana tim kini menjadi tak kondusif. Itu karena manajemen PSM kecewa dengan performa pelatih asal Brasil Luciano Leandro‎. Dia dianggap tak mampu meracik tim. Ancaman pemecatan membayang-bayangi legenda PSM itu jika kembali meraih hasil buruk di laga nanti.

Tekanan bukan sekadar dari manajemen. Suporter pun mempertanyakan kemampuan Luciano dalam melatih. Menurut mereka, status pelatih asing yang dia sandang ternyata hanya menghasilkan permainan kelas lokal.

Dalam laga ini, Luciano kemungkinan akan mengurangi jumlah pemain asing yang ditampilkan. Jika sebelumnya Boman Aire, Alex Silva, dan Lamine Diarassouba ditampilkan bersamaan, maka kali ini sepertinya tidak.

Kondisi itu melihat perbedaan performa PSM antara babak I dan II pada saat melawan Kabau Sirah—julukan Semen Padang. Saat Alex ditarik keluar dan Rasyid Bakri masuk, PSM tampil lebih baik. Kerja sama dengan Syamsul Bahri Haeruddin cukup bagus.

Kemudian, Lamine bisa saja diganti dengan Basri Lohy, karena pemain asing itu tak perform. Lohy lebih cocok dengan formasi 3-4-3 yang diusung oleh Luciano. 

‎"Saya tahu posisi jelang laga ini sulit. Ada tekanan, tapi saya coba tidak memikirkan itu. Harus fokus. Pemain juga fokus untuk laga ini," ungkapnya.

Luciano ingin mendapatkan tiga poin, meski salah satu pemain andalannya Syamsul Haeruddin masih belum siap 100 persen untuk ditampilkan. Alasannya, eks gelandang timnas itu baru melangsungkan pernikahan pada Jumat, 6 Mei, lalu.

Tapi, Persela juga sedang dalam kondisi buruk karena kekalahan di kandang dari Persegres Gresik pekan lalu 0-1. Pelatih Stefan Hansson pun mengakui, dirinya tak mungkin lancang dan melontarkan target semu bisa meraih tiga poin di kandang lawan.

"Kami cuma ingin mencuri satu poin. Itu memang sulit, tidak akan mudah meraih poin di kandang. Lawan, jadi satu poin itu cukup," ucapnya.

Pakem 4-2-3-1 akan menjadi ‎pilihan pelatih asal Swedia tersebut. Komposisi mempertahankan empat bek Arifin, Kristian Adelmund, Edy Gunawan, dan Victor Pae untuk membuat pertahanan yang kuat.

Dua gelandang Jusmadi dan Radikal Idealis akan bahu-membahu dengan‎ Zulvin Zamrun, Steven Imbiri, dan Kdouh. Herman Dzumafo, akan menjadi target man. 

"Kami memiliki pemain yang sudah menyatu. Semoga kali ini semakin baik. Motivasi pemain harus meningkat, untuk meraih hasil positif," paparnya. —Rappler.com

BACA JUGA: