Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Putaran pertama ISC A: Kejutan Madura United dan terpuruknya Persib

 

JAKARTA, Indonesia - Putaran pertama Indonesia Soccer Championship (ISC A ) sudah berakhir dengan penuh kejutan. Madura United (MU) menyandang status juara paruh musim dengan menghuni puncak klasemen sementara putaran pertama. Mengungguli tim-tim raksasa seperti Arema Cronus, Persipura, Sriwijaya bahkan Persib Bandung.

Berstatus tim pendatang baru, pasca membeli tiket kasta teratas dari Persipasi Bandung Raya (PBR), tak ada yang menyangka MU bisa melesat sejauh ini. Dari 17 laga yang telah dilakoni, Laskar Sape Kerap, julukan MU, mengoleksi 37 poin hasil dari 11 kemenangan, 4 hasil imbang dan hanya 2 kali kalah. Mereka juga unggul dengan jarak 5 poin dengan Arema. Modal bagus untuk lebih percaya diri menghadapi putaran kedua.

Tim besutan Gomes de Oliveira ini juga menjadi tim paling produktif bersama Sriwijaya dengan koleksi 27 gol. Kehadiran legiun asing seperti Fabiano Beltrame, Pablo Rodriguez, Aracil, Dane Milovanovic berpadu dengan pemain lokal seperti Bayu Gatra dan Ahmad Maulana menjadi kunci keberhasilan mereka.

Meskipun hal itu tak diimbangi dengan kokohnya pertahanan. Mereka menderita kebobolan 17 gol dari 17 laga.  

Bagi Arema Cronus, finish di posisi kedua bisa dibilang kegagalan dengan materi pemain bintang yang dimilikinya. Penampilan inkonsisten di tiga pekan terakhir membuat mereka tercecer dari persaingan papan atas dengan MU. Di masa itu, pasukan Milomir Seslija tersebut ditahan Persib (0-0), Sriwijaya (1-1) dan tumbang dari PBFC (1-2).

Padahal, Arema punya pertahanan paling kokoh dari 17 kontestan lainnya. Mereka hanya kebobolan 8 gol dari 17 laga. Satu permasalahan Arema adalah tidak adanya striker tajam pendamping Cristian Gonzales yang saat ini baru mengemas 6 gol.

Kejutan lain adalah Bhayangkara Surabaya United (BSU). Mereka berhasil menempati urutan ketiga. BSU bahkan menyamai koleksi poin Arema dengan 32 poin. BSU juga cukup produktif dengan koleksi 26 gol. Dua kemenangan terakhir atas Persela dan Perseru menjadi kunci tim besutan Ibnu Grahan tersebut tampil gemilang.

Tentu saja yang paling menarik perhatian adalah kegagalan Persib Bandung menembus empat besar klasemen. Maung Bandung tercecer di urutan ketujuh klasemen. Tim besutan Djajang Nurjaman itu hanya mampu menang tujuh kali, enam kali imbang dan empat kali kalah.

Start lambat Persib di awal musim dan inkonsistensi membuat mereka kesulitan bersaing ke papan atas. Tercatat, tak sekalipun Persib menang tiga kali beruntun.

Sementara itu, Persija Jakarta malah menjadi dua tim terbawah di klasemen dengan menghuni posisi ke-17 klasemen. Ismed Sofyan dkk hanya mampu menang tiga kali dari 17 laga. Selebihnya mereka hanya mampu lima kali imbang dan menelan sembilan kekalahan. Di bawah Persija, Persela menjadi tim terburuk di dasar klasemen dengan total 12 kekalahan dan hanya empat kali menang.

ISC A sudah panas sejak putaran pertama. Sudah sembilan pelatih menjadi "korban". Mereka terdepak karena tim tak mampu memenuhi ekspektasi. Diawali dari Luciano Leandro (PSM), Stefan Hanson (Persela), Eduard Tjong (PS TNI), Dejan Antonic (Persib), Agustiono (Perseru), Subangkit (Mitra Kukar), Jafri Sastra (Persipura) namun kemudian membesut Mitra Kukar, Paulo Camargo (Persija), dan teranyar Liestiadi (Persegres).

Selain panas di internal, ISC A juga panas di tribun. Kasus perkelahian suporter Persegres dan PS TNI dan salah satu yang terburuk adalah tewasnya suporter Persija, Muhammad Fahreza, menyisakan pekerjaan rumah bagi pengelolaan turnamen berbasis kompetisi ini.

Statistik putaran pertama ISC A:

Jumlah Pertandingan: 153 laga

Total Gol: 377 gol

Total Assist: 232

Tembakan ke Gawang: 1,196

Operan sukses: 74,471

Operan gagal: 22,820

Kartu Kuning: 643

Kartu Merah: 27

Pelanggaran: 4,220

Tim paling produktif: Madura United (27 gol), Sriwijaya (27 gol)

Pemain paling produktif: Luis Carlos Junior (12 gol)

Tim dengan tembakan terbanyak: Bhayangkara United (85 kali)

Pemain paling banyak menembak: Thiago Furtuoso-BSU (27 kali)

Tim operan terbanyak: Bali United (6,121 kali) 

Pemain paling banyak melakukan operan: Fadil Sausu-Bali United (988 kali)

Tim dengan penyelamatan terbanyak: Persija (64 kali)

Kiper paling banyak melakukan penyelamatan: Andritany (Persija)

Pemain paling sering melakukan tekel: Ricki Fajrin (Bali United)

Tim paling banyak menang: Madura United (11 kali)

Tim paling sedikit menang: Persija, Persegres (3 kali)

Tim tanpa kemenangan beruntun: Persija (11 laga)

Tim paling sering kalah: Persela (12 kali)

Tim paling sering imbang: Mitra Kukar (8 kali)

Tim paling sedikit imbang: Persela (1 kali)

Pemain paling sering tampil: 1,530 menit Yustinus Pae (Persipura), Otavio Dutra (Surabaya United), Shohei Matsunaga (Persiba), Fabiano Beltrame (Madura United), Legimin Raharjo (PS TNI), Hasim Kipuw (Bali United), Hery Prasetyo (Madura United)-Rappler.com