Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Jawa Barat, wilayah pelanggaran HAM terbanyak 2015

JAKARTA, Indonesia – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat Jawa Barat sebagai wilayah dengan angka tertinggi pelanggaran HAM. Di wilayah ini, KontraS menemukan 41 peristiwa pelanggaran HAM periode Januari – November 2015.

Provinsi Jawa Barat masih menduduki peringkat pertama dengan menguatnya sentimen anti kebebasan beragama, beribadah dan berkeyakinan.

“Sedangkan ada kecenderungan peningkatan tren kekerasan di sektor sumber daya alam sebagaimana yang terjadi di Jawa Timur dan Sumatera Utara,” kata Koordinator KontraS, Haris Azhar dalam keterangan persnya. Laporan ini sekaligus menjadi peringatan Hari HAM Internasional yang berlangsung, Kamis, 10 Desember.

Haris menambahkan, jika dilihat dari korban terbanyak, DKI Jakarta memiliki angka paling tinggi sebanyak 314 orang, disusul Papua dengan 246 orang. Khusus Papua, Haris menegaskan belum ada perubahan yang berarti pascaPresiden Joko “Jokowi” Widodo mengunjungi Papua.

Penangkapan sewenang-wenang masih dominan terjadi diikuti dengan pembatasan akses informasi kepada jurnalis asing untuk masuk ke dalam wilayah Papua.

Di sisi lain, meski Filep Karma, tahanan politik yang telah mendekam selama lebih dari 1 dekade, dibebaskan paksa awal bulan, namun belum ada perubahan signifikan yang bisa dirasakan oleh warga Papua.

“Hal ini khususnya terkait dengan menyeimbangkan isu keamanan, kebebasan dan jaminan perlindungan HAM,” tambah Haris.

Berikut catatan KontraS tentang wilayah-wilayah di Indonesia yang masih kerap pelanggaran terhadap 4 standar kebebasan (bebas dari rasa takut, bebas berbicara, bebas beribadah, dan bebas untuk hidup layak):

1. Jawa Barat (41 peristiwa: didominasi pembatasan kebebasan beragama. Beribadah dan berkeyakinan)

2. Jawa Timur (35 peristiwa: didominasi dengan praktik pembubaran aksi buruh)

3. Sumatera Utara (28 peristiwa: didominasi dengan praktik pembatasan jurnalis, peningkatan pembatasan kebebasan dengan tren sumber daya alam)

4. Papua (24 peristiwa: didominasi dengan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang atas aksi ekspresi damai)

5. DKI Jakarta (23 peristiwa: didominasi dengan peristiwa penggusuran paksa, penangkapan sewenang-wenang dan pembubaran paksa aksi buruh dan mahasiswa).—Rappler.com

BACA JUGA: