Jokowi umumkan pembentukan Badan Restorasi Gambut

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengumumkan Nazir Foead sebagai kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), hari ini, Rabu, 13 Januari. 

Badan  ini bertugas mengoordinasikan dan memfasilitasi restorasi lahan gambut di tujuh provinsi yang pada 2015 dilanda kebakaran hutan dan lahan, yaitu Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Papua.  

“Saya memandang Nazir Foead memiliki kompetensi dan pengalaman melakukan restorasi hutan dan gambut,” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu sore.

Nazir pernah menjabat sebagai direktur konservasi di World Wildlife Fund (WWF) Indonesia. Ia pernah mendampingi aktor Hollywood Harrison Ford yang datang ke Indonesia mengerjakan film dokumenter di Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan. 

Saat ini Nazir bekerja di Climate and Land Use Alliance sebagai koordinator inisiatif Indonesia.  

Lama berkecimpung di bidang konservasi hutan, Nazir meraih gelar sarjana kehutanan dari Universits Gadjah Mada pada 1992 dan mendapatkan gelar master di bidang Konservasi Biologi dari Universitas Kent di Inggris, pada 1996.

Jokowi menugasi Nazir untuk melakukan koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan jejaring lembaga internasional.  

“Saya tegaskan agar BRG segera membuat rencana aksi dan melaksanakannya. Dengan demikian kita bisa yakinkan dunia internasional bahwa kita serius, sangat serius untuk mengatasi kerusakan hutan dan lahan gambut,” kata Jokowi.

Janji Jokowi ke dunia internasional terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut disampaikan dalam pidato di forum pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim, atau Conference of Partis (COP) 21, di Paris, Perancis, 30 November 2015.

Sebelumnya, Jokowi juga menerbitkan instruksi presiden untuk melanjutkan moratorium izin baru dan tata kelola hutan.  

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Peraturan Presiden yang menjadi payung BRG adalah Perpres No. 1 tahun 2016, yang dikeluarkan pada 6 Januari lalu.

"Badan ini sebagian besar tugasnya menata lanskap ekologi yang namanya gambut. Dia harus selamat dan tidak boleh terbakar atau membuat kebakaran," kata Siti di kantornya di Jakarta, Rabu.

Menurut Siti, badan ini nantinya bertugas melakukan konstruksi serta menjaga gambut agar tetap stabil dari kebakaran. Tak hanya itu, badan ini juga bertujuan melakukan pengelolaan atas gambut.

Siti mengatakan, sekitar 2 hingga 3 juta hektar lahan gambut di Indonesia nantinya akan direstorasi sehingga hal ini akan menjadi perhatian dunia internasional karena belum ada di dunia melakukan restorasi lahan gambut skala besar.

Ia juga menyampaikan pernyataan Jokowi yakni dalam pengelolaan lahan gambut harus berorientasi pencegahan kebakaran.

Selain restorasi, ujarnya, badan tersebut juga terfokus pada manajemen penggunaan lahan gambut, terutama metode dan emisi karbon. 

Kementerian dan lembaga terlibat restorasi gambut

Sejumlah lembaga atau kementerian juga turut dilibatkan dalam kegiatan restorasi lahan gambut. Selain Kementerian LHK, Siti menyebutkan ada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sepanjang 2015 telah menyebabkan kerugian banyak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaksir kerugian akibat bencana karhutla dan kabut asap mencapai lebih dari Rp 20 triliun.

Siti mengatakan dana untuk BRG berasal dari APBN, juga bantuan kerjasama dari negara sahabat.  

“Norwegia dan AS sudah menunjukkan minat mendukung pendanaan untuk kegiatan BRG,” kata Siti. –Rappler.com

BACA JUGA: