Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *

Please provide your email address

welcome to Rappler

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Annual Subscription

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

welcome to Rappler+

Jokowi instruksikan atasi kebakaran lahan gambut

 

JAKARTA, Indonesia — Mulai Minggu, 27 September, sampai Selasa pekan depan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya akan memimpin langsung rapat kerja penanganan kebakaran di lahan gambut bersama sejumlah pakar, akademisi, asosiasi pengusaha dan lembaga swadaya masyarakat.  

Menurut Siti, pembahasan akan melibatkan 41 narasumber berdasarkan keilmuan dan pengalaman empirik termasuk memahami sejarah proyek lahan gambut sejuta hektar di Kalimantan Tengah. Pembahasan penanganan kebakaran di lahan gambut di kawasan Kalimantan Tengah akan  difokuskan pada tiga tujuan sambil menunjang aktivitas lapangan.  

“Yang penting adalah upaya mengalirkan air Sungai Kahayan ke areal Kecamatan Jambiren Raya Kabupaten Pulang Pisau untuk pemadaman api sesegera mungkin agar tidak makin luas dan makin menyengsarakan masyarakat dan daerah,” kata Siti, Sabtu, 26 September. 

Tiga tujuan pembahasan itu meliputi prinsip dasar tata kelola dan teknik tata hidrologi (tata air) ekosistem gambut, upaya pencegahan dan rehabilitasi gambut untuk digunakan masyarakat, serta teknik-teknik mencegah dan mengatasi kebakaran lahan gambut. Hasil pembahasan merupakan penjabaran dari kebijakan Presiden tentang tata kelola gambut secara konkret berdasarkan lapangan dan akan menjadi pedoman pelaksanaan teknis.

Dua hari dalam pekan ini, pada tanggal 23 dan 24 September, Presiden Joko “Jokowi” Widodo meninjau langsung upaya pemadaman kebakaran di lahan gambut di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Memadamkan api di lahan gambut sangat sulit, karena api membara di bawah lahan dan meliputi areal yang luas.

Menurut Siti dalam siaran persnya, saat Presiden berada di tengah lahan gambut yang terbakar luas, bermunculan api dari bawah permukaan tanah hanya dalam waktu lima menit. Hal ini menunjukan bahwa ada sumber api di bawah permukaan gambut yang menjadi api saat area terbuka dan tersedia cukup oksigen di permukaan lahan. 

Di Kalimantan Tengah tercatat luas areal kebakaran mencapai 26.664 hektare dan semakin meluas.

Jokowi, yang adalah lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, menginstruksikan agar masalah ini harus diselesaikan sesegera mungkin. 

“Satu satunya cara untuk mengatasi persoalan kebakaran di lahan gambut hanya dengan pencegahan, menjaga ekosistem gambut,” demikian Siti mengutip Presiden.

Dalam rapat di tengah medan berat tersebut,  Presiden menginstruksikan untuk secepatnya memadamkan api dengan re-wetting (pembasahan) gambut. Metode ini merupakan bagian dari langkah tata kelola ekosistem gambut.

Di lokasi kejadian, Kabupaten Pulang Pisau, terdapat Sungai Kahayan, yang dapat menjadi sumber air untuk memadamkan api. Jokowi memerintahkan dilakukan tata kelola air Sungai Kahayan dalam upaya re-wetting lahan gambut yang sedang terbakar. 

Upaya seperti  ini pernah diusulkan Pemda Kabupaten Pulang Pisau kepada Pemerintah Pusat tahun 2012, namun belum dipenuhi. Upaya ini terkait dengan pengaturan kanal dan tata kelola gambut.

Presiden juga memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kapolri dan Panglima TNI untuk segera merealisasikan pembasahan lahan gambut yang sedang terbakar dengan dukungan operasi bakti TNI. 

Siti mengemukakan bahwa telah dilakukan rapat teknis di Banjarmasin yang melibatkan semua unsur, dipimpin oleh Kepala BNPB dan panglima TNI sebagai tindak lanjut instruksi Presiden. Rapat membahas rencana kerja teknis drainase yang didukung dengan operasi bakti TNI. 

Dalam pekerjaan teknis, Kementerian PU akan memberikan dukungan teknis konstruksi sipil   dan pengetahuan  tentang tata air gambut. 

“Mulai hari ini disiapkan 10 unit alat berat dari TNI/BNPB dan 30 unit pompa air dari KLHK,” kata Siti.

Secara khusus juga Presiden memberikan perintah kepada Menteri LHK agar mewajibkan perusahaan membuat embung-embung air di dalam areal konsesinya. Hal ini akan mempercepat tindakan pemadaman api dan untuk ketersediaan air di saat musim kering. — Rappler.com

BACA JUGA: