Jokowi lantik Ignasius Jonan menjadi Menteri ESDM baru

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) - Presiden Joko “Jokowi” Widodo akhirnya melantik Ignasius Jonan menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru menggantikan Arcandra Tahar. Jonan sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, tetapi kemudian kena reshuffle pada tanggal 27 Juli lalu.

Mantan Dirut PT KAI itu sempat disorot publik, karena tidak berempati terhadap 12 pemudik yang meninggal akibat terjebak di tol Pejagan. (BACA: Menhub Jonan: Kemacetan tidak mungkin menyebabkan orang meinggal)

Yang mengejutkan, Jokowi juga menunjuk Arcandra yang sebelumnya menjadi Menteri ESDM untuk posisi Wakil Menteri. Arcandra diberhentikan secara hormat oleh Jokowi lantaran terlibat polemik dwi kewarganegaraan. Saat dilantik menjadi Menteri ESDM, Arcandra diketahui juga mengantongi paspor Amerika Serikat, yang artinya secara otomatis dia menjadi warga negara tersebut.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, memutuskan dan seterusnya untuk mengangkat saudara Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar sebagai Menteri dan Wakil Menteri ESDM periode 2014-2019," ujar seorang pejabat membacakan keputusan Jokowi saat melantik keduanya. 

Publik sempat mempertanyakan bagaimana mungkin Istana tidak mengecek latar belakang Menterinya sebelum dilantik. Seakan belum cukup, Arcandra kemudian menjadi tak memiliki kewarganegaraan, karena di saat yang bersamaan dia menerima jabatan publik di Indonesia sebagai Menteri ESDM.

Pemerintah kemudian turun tangan untuk memulihkan status WNI Arcandra (BACA: Yasonna Laoly: Arcandra Tahar sudah kembali jadi WNI sejak 1 September). Posisi Wamen ESDM pun kembali dihidupkan oleh Jokowi.

Di awal pemerintahannya, Jokowi tidak membuat pos Wamen untuk Kementerian ESDM. Posisi Wamen hanya ada di Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri.

Duet Jonan-Arcandra secara definitif akan mulai bekerja mulai hari ini. Sebelumnya, Jokowi mengatakan Menteri ESDM yang baru tidak berasal dari partai politik.

“Saya pastikan (berasal dari kalangan) profesional, bukan dari partai,” kata Jokowi di Istana Negara pada Kamis malam, 13 Oktober.

Bagaimana keduanya akan memimpin kementerian yang strategis itu? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya. - Rappler.com