3 hal penting tentang Kongres HMI 2015

Sebelumnya, diketahui kongres HMI tahun ini mengalami rentetan masalah.

Pada Senin, 23 November, Tim gabungan Kepolisian Daerah Riau dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengamankan 8 oknum anggota HMI yang membawa senjata tajam seperti badik, belati, parang, dan anak penah. 

Semuanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam 10 tahun penjara. Kedelapan oknum ini diduga akan melakukan penyerangan ke panitia kongres.

Kejadian di atas hanya rangkaian kerusuhan yang mewarnai kongres kali ini. Sebelumnya, satu malam acara pembukaan, anggota HMI asal Makassar memblokir jalan protokol Sudirman, Pekanbaru. Mereka mengaku kecewa karena panitia Kongres di Pekanbaru, Riau, tidak mengakomodasi mereka.

Massa yang berjumlah seratusan orang membakar kayu di tengah jalan dan menghancurkan sarana umum, termasuk gelanggang remaja yang juga dijadikan sebagai tempat pelaksanaan kongres.

2. Dana dari APBD

Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Usman mengemukakan bahwa alokasi dana sebesar Rp 3 miliar untuk penyelenggaraan Kongres HMI yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak wajar.

“Ini sangat gila dan tidak masuk akal,” kata Usman. Meskipun begitu, Kalla menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan hal yang biasa.

“Biasa, menurut saya itu hal yang biasa,” kata Kalla usai membuka Kongres HMI.

Penggunaan dana APBD untuk keperluan organisasi HMI sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

3. Membahas isu strategis

Kongres yang berlangsung selama lima hari ini akan merespon isu-isu strategis, antara lain terkait isu ekonomi kawasan, isu radikalisme dan terorisme, serta laju pertumbuhan teknologi yang semakin cepat.

Selain itu, kongres ini juga diharapkan akan berhasil memilih ketua umum yang berintegritas dan memperhatikan agenda-agenda penting lainnya. —Dengan laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA: