Kabut asap makin pekat di Riau

JAKARTA, Indonesia—Kondisi kabut asap di Riau tidak membaik. Pada Rabu, 7 Oktober, jarak pandang berkisar antara 100 meter hingga 700 meter.

Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru tidak mendeteksi lagi keberadaan titik api pada Rabu, 7 Oktober, namun asap yang diperkirakan berasal dari Sumatera Selatan terus menyelimuti. 

Akibatnya, sebanyak 42 penerbangan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II yang terjadwal Rabu dibatalkan.

 

"Cuaca masih buruk akibat gangguan asap," kata Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Hasnan seperti dikutip Tempo.co. "Jarak pandang tidak memungkinkan melakukan penerbangan."

Pembatalan penerbangan ini membuat 442 jemaah haji dari Kelompok Terbang 4 asal Riau terpaksa pulang melalui laut. 

Tak hanya penerbangan yang menjadi masalah. Asap Riau diduga kembali menelan korban jiwa. Seorang pria bernama Muhammad Iqbal meninggal dunia setelah asmanya kambuh, diduga karena kabut asap

Asap yang menyelimuti Riau ini diperkirakan berasal dari Sumatera Selatan. Terpantau ada 421 titik panas di Sumatera, 351 di antaranya berada di Sumatera Selatan. 

Melalui akun Twitternya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa pagi ini angin membawa asap kebakaran menuju arah Utara-Timur Laut.

Asap tebal dan pekat dari 2.300 ha perkebunan yang telah terbakar di OKI menyebar ke utara-timur laut. pic.twitter.com/IG5dBLgvMy — Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) October 6, 2015

—Rappler.com