Kali ini Menteri Rini digoyang isu terkait kasus korupsi di Tiongkok

Website Brudirect meminta maaf atas artikel yang menuduh Menteri BUMN Rini Soemarno terlibat dalam kasus korupsi. Foto dari website Brudirect

Website Brudirect meminta maaf atas artikel yang menuduh Menteri BUMN Rini Soemarno terlibat dalam kasus korupsi.

Foto dari website Brudirect

JAKARTA, Indonesia – Menjelang reshuffle Kabinet Kerja, informasi terkait rencana Presiden Joko “Jokowi” Widodo melakukan kocok-ulang kabinetnya terus menyebar secara viral. Setidaknya ada lima versi susunan Kabinet Kerja pasca reshuffle yang beredar dari grup Whatsapp sampai ke grup komunikasi lain, termasuk dipasang di media sosial. Dan informasi mengenai sosok menteri tertentu beredar sangat cepat.  Pada Rabu, 13 April, misalnya, beredar informasi yang menyebut nama Menteri Rini Soemarno dalam kasus korupsi terkait mantan pejabat di Tiongkok. 

Sebuah portal yang menyebut dirinya sebagai portal berita nomor 1 di Brunei mengaitkan nama Menteri Rini Soemarno dengan Ji Wenlin, pejabat Tiongkok yang divonis 12 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi.  Portal berita itu memuat pengakuan Ji Wenlin bahwa pihaknya mengalirkan dana bagi sejumlah pihak untuk menggolkan proyek, termasuk di Indonesia.  Portal ini menyebutkan sumber informasi dari Reuters, sebuah kantor berita ternama. Tetapi Reuters membantah telah menulis berita terkait nama Rini. 

Beberapa jam setelah viral, tulisan di portal berita terkait Brunei itu sudah hilang.  Halaman depan portal berita dengan alamat www.brudirect.com itu memuat klarifikasi bahwa mereka tidak bertanggungjawab atas artikel yang dimuat di seksi berita Dunia yang mengutip Reuters. 

“Artikel itu tidak didukung  oleh BRUDIRECT.COM dan Reuters,” demikian tulisan di portal itu, yang mengaku selama sepekan terakhir portal mereka alami masalah terkait MySQL, yang menyebabkan munculnya sejumlah artikel tak dikenal di portal mereka.  MySQL adalah sebuah layanan pengelolaan data secara terbuka (open source). 

Meskipun tulisan sudah dicabut dari portal Brunei itu, informasi beredar terus.  Ada yang sudah diketik ulang.  “Saya sudah lelah menghadapi fitnah. Tolong buktikan bahwa saya menerima uang dimaksud,” kata Rini kepada Rappler, Rabu, 13 April.  

Dia mengatakan informasi yang beredar itu tidak memiliki dasar.  Hari ini Rini hadir memimpin acara ulang tahun kementerian BUMN ke18 yang diadakan di Aula Pertamina.

 Serangan ke Rini tergolong paling banyak terkait dengan posisinya di kabinet Jokowi.  Sebagai Menteri BUMN, Rini memimpin 160-an perusahaan di berbagai bidang, sebagian di antaranya dengan aset puluhan triliun. 

Posisi menteri BUMN memang selalu menjadi incaran partai politik yang mendukung kekuasaan.  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dipimpin Megawati Sukarnoputri paling gencar meminta Jokowi menyingkirkan Rini dari kabinet.

Jokowi disebut akan melakukan kocok-ulang dalam waktu dekat.  Selain Rini, sejumlah nama selama ini disebut-sebut menjadi target reshuffle. Jika reshuffle jadi dilakukan, Jokowi perlu perhatikan beberapa hal. Jika tidak, kocok-ulang kabinet tak ada artinya – Rappler.com