Kapolda Papua: Ada yang coba usik kerukunan umat beragama di Wamena

JAYAPURA, Indonesia — Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menanggapi surat pernyataan sikap gereja-gereja di Kabupaten Jayawijaya yang memprotes renovasi Masjid Baiturahman di Kota Wamena.

Menurut Paulus, surat itu hanya isu yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang bertujuan merusak kerukunan antar umat beragama, yang sudah puluhan tahun terjalin di Wamena. 

"Ada yang mencoba mengusik kerukunan antar umat beragama di Wamena, dengan terus mengembangkan isu penolakan gereja atas pembangunan Masjid Baiturahman," kata Paulus kepada wartawan, usai menggelar pertemuan antar Forum Komunikasi Umat Beragama di Markas Polda Papua, pada Selasa,1 Maret. 

"Padahal penolakan itu sama sekali tidak benar. Yang ada hanya salah paham," ujarnya. 

Menurut Paulus, selain surat, beredar juga berbagai pesan singkat berantai, yang tidak jelas siapa pengirimnya.

"Tapi umat beragama di Wamena tidak terpancing, malah terus membangun komunikasi, dan mereka semua hadir dalam acara ini (Forum Komunikasi Umat Beragama) guna mencari jalan solusinya," katanya. 

Bahkan, umat beragama di Wamena sepakat akan terus menjalin komunikasi bila ada masalah di kemudian hari. "

Semua pihak sepakat damai harus dipelihara terus," ujar Paulus. 

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo. Ia sepakat dengan Paulus, ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memperkeruh suasana pasca beredarnya surat Persekutuan Gereja-Gereja di Jayawijaya yang melarang renovasi masjid.

"Indikasinya ada pihak lain yang coba panasi suasana dengan tujuan mengganggu kerukunan umat beragama di Jayawijaya," kata John. 

Dialog antara umat Islam dan Kristen

Paulus melanjutkan, baik pihak gereja maupun masjid kini sudah sepakat untuk menuntaskan masalah ini dengan duduk bersama bupati setempat.

"Semua akan dijawab Bupati Jayawijaya pada Kamis, 3 Maret, mendatang, terkait Surat Edaran Persekutuan Gereja," kata Paulus.

John Wempi membenarkan pernyataan Paulus.

"Ada 2 poin yang kami jawab, dan jawaban nanti tidak akan merugikan pihak mana pun, keputusan yang bisa diterima kedua belah pihak," kata John. 

Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Jayawijaya, Alex Mauri, menambahkan, semua pihak sudah sepakat untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di Papua.

"Semua yang tergabung dalam FKUB sepakat memelihara toleransi umat beragama, jadi ini akan terus dijaga seluruh warga Jayawijaya," kata Alex. 

Untuk kedepannya, harap Alex, tidak ada lagi kesalahpahaman.

"Jangan lagi ada saling salah paham, kita semua harus ciptakan Papua tanah damai," ujarnya. 

Sementara, Ketua Cabang Nahdlatul Ulama Kota Jayapura, Kahar Yelipele, juga menanggapi terbitkan surat tersebut.

Ia meminta semua pihak jangan mudah terpancing atau terprovokasi oleh isu yang tak bertanggung jawab.

"Mari kita jaga kerukunan ini dengan selalu membangun komunikasi," kata Kahar. 

John menyatakan sepakat dengan Kahar.

"Masa kita mau dengan sekejap merusak kerukunan yang sudah terjalin puluhan tahun? Bersama itu indah," kata John. —Rappler.com

BACA JUGA: