Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Kapolsek Bontoala jadi korban pelemparan bom molotov usai perayaan tahun baru

MAKASSAR, Indonesia - Teror bom kembali menyasar markas kepolisian oleh orang tak dikenal. Kali ini Polsek Bontoala wilayah hukum Polrestabes Makassar, jadi sasaran bom molotov, Senin 1 Januari 2018 sekitar pukul 03.15 WITA. Akibat teror tersebut, Kapolsek Bontoala dan salah seorang personel ikut terluka akibat serpihan ledakan. (BACA: LINI MASA: Teror terhadap polisi sepanjang 2017)

Kapolsek Bontoala, Kompol Rafiuddin mengalami luka di bagian jari tangannya. Sementara, Brigadir Polisi (Brigpol) Yudirsan anggota Opsnal Polsek Bontoala mengalami luka di bagian paha kanan.

"Kedua korban sudah menjalani perawatan di rumah sakit. Padahal, saat itu semua personel Polsek Bontoala termasuk kapolsek baru selesai melakukan pengamanan malam tahun baru," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dihubungi Rappler pada Senin, 1 Januari. 

Dicky mengatakan ledakan bom molotov bermula usai Kompol Rafiuddin dan anggota polisi lainnya melakukan penjagaan pada malam tahun baru. Tiba-tiba ada suara ledakan di samping polsek dan di belakang sebanyak dua kali.

Suara ledakan pertama tidak begitu keras, sehingga mereka belum mencari tahu sumber ledakan. Namun, Kompol Rafiuddin terkejut, ketika mendengar suara ledakan kedua yang cukup keras. Saat beranjak keluar dari Mapolsek, ia melihat satu sosok individu di sana.

"Ada tiga kali ledakan. Nah pada ledakan ketiga itu yang melukai Kapolsek dan salah seorang personel Polsek Bontoala," kata dia. 

Usai melempar bom molotov, pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan kemudian melarikan diri melalui area di belakang polsek. Personel lainnya pun sempat melakukan pengejaran namun hanya menemukan sebuah tas ransel dan sandal jepit yang diduga milik pelaku.

Sekitar pukul 04.30 WITA, Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Sulsel, tiba di tempat kejadian untuk melakukan deteksi terhadap benda yang tertinggal oleh tersangka dan melakukan sterilisasi area. Polda Sulsel masih melakukan penyelidikan mendalam dengan melibatkan tim Inafis hingga Cyber Crime.

Pelaku diduga dua orang

BARANG BUKTI. Tas yang diduga miliki pelaku pelemparan bom molotov yang ditemukan di dekat lokasi pada Senin, 1 Januari 2018. Foto oleh Humas Polda Sulawesi Selatan

BARANG BUKTI. Tas yang diduga miliki pelaku pelemparan bom molotov yang ditemukan di dekat lokasi pada Senin, 1 Januari 2018.

Foto oleh Humas Polda Sulawesi Selatan

Usai terjadi ledakan di halaman Polsek Bontoala, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono langsung bergerak melakukan pengecekan di tempat kejadian. Dari hasil laporan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku diduga lebih dari satu orang.

"Sementara perkiraan jumlahnya satu atau dua orang. Ciri-cirinya masih muda, pakai baju abu-abu, ya gitu aja sementara. Mudah-mudahan masih bisa berkembang lagi," kata Umar.

Saat ditanya apakah pelaku terkait dalam jaringan teroris, Umar tidak ingin berspekulasi terlalu jauh. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pelaku. (BACA: Mengapa polisi jadi sasaran empuk teroris?)

"Kami tidak bisa gegabah (dengan mengatakan) ini masuk kelompok mana dan sebagainya. Nanti kita lihat hasil penyelidikan gabungan densus dan polda. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita ungkap," katanya lagi. 

Ia menjelaskan bahan peledak yang digunakan dalam bom molotov tersebut berdaya ledak rendah. namun hampir sama dengan benda untuk membuat petasan. Bedanya, di dalam bom molotov ada sumbu, paku dan beberapa baut. Meski tidak untuk membunuh, karena berdaya ledak rendah, namun hal itu bisa melukai siapa saja yang berada di dekat bom.

Kapolda Sulsel juga telah memerintahkan agar polisi mengecek rekaman kamera pengintai di sekitar lokasi. Kemudian, hasil keterangan saksi, barang bukti dan rekaman CCTV dapat dipadukan 

"Ada barang bukti tas ransel berisi tiga buah botol, dua botol berisi bahan bakar pertamax dan yang satunya kosong. Ada juga ditemukan sebilah pisau dan tang di dalam tas dan sebuah jaket di sebelah tas. Semuanya sudah ada di Laboratorium Forensik," kata dia. - Rappler.com