Kebakaran hutan Gunung Semeru mulai dekati pemukiman warga

LUMAJANG, Indonesia — Kebakaran hutan di Gunung Semeru mulai mendekati pemukiman warga di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Jarak lokasi kebakaran hutan Semeru dengan pemukiman warga di Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, sekitar 1 kilometer," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Ribowo, Senin, 26 Oktober.

Menuru Ribowo, petugas gabungan sudah melakukan upaya penyekatan parit di lokasi kebakaran hutan yang ditumbuhi pinus dan ilalang, agar titik api tidak semakin merembet ke pemukiman warga di Pronojiwo.

"Sejauh ini pemukiman penduduk di Pronojiwo aman dari titik api karena sudah dilakukan penyekatan parit, namun petugas akan terus memantaunya,” kata Ribowo. 

“Pemadaman kebakaran di hutan sebelah timur Gunung Semeru dilakukan para relawan menggunakan alat seadanya.”

Ia menjelaskan banyak kendala yang dihadapi tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Semeru, seperti sulitnya medan, angin yang cukup kencang, dan sepanjang jalur pendakian Semeru yang terbakar tidak ada mata air.

"Upaya pemadaman kebakaran di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu melibatkan sejumlah pihak yang dikomando oleh pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai pengelola kawasan, kemudian BPBD, TNI, Polri, masyarakat peduli api, dan sukarelawan, serta pecinta alam," katanya.

Ribowo mengatakan luas hutan yang terbakar di lereng Gunung Semeru mencapai lebih dari 60 hektar. Bahkan hutan produksi milik Perhutani juga ikut terbakar yang luasnya mencapai 10 hektar.

"Tim gabungan terus bergerak untuk memadamkan kebakaran hutan Semeru, agar titik api tidak semakin meluas," katanya.

Berdasarkan data BPBD Lumajang, kebakaran di kawasan Gunung Semeru terjadi beberapa kali di antaranya hutan pinus milik Perhutani, kemudian di Desa Argosari-Kecamatan Senduro, dan Blok Watu Rejeng di kawasan TNBTS.

Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari mengatakan luas lahan kebakaran hutan di Gunung Semeru semakin meluas dari 25 hektar menjadi 50 hektar.

Kebakaran di lereng gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl terjadi sejak Selasa pekan lalu, 20 Oktober, dan belum berhasil dipadamkan hingga kini. —Antara/Rappler.com

BACA JUGA: