Keraton Yogya panggil pengusaha yang gugat PKL 1 miliar karena sengketa lahan

YOGYAKARTA, Indonesia — Keraton Yogyakarta akhirnya memanggil pengusaha Eka Aryawan yang menggugat pedagang kaki lima sebesar Rp 1,12 miliar, Sabtu, 26 September. 

"Keraton tidak ingin ikut campur, tetapi saran kami, tolonglah jangan minta ganti kerugian, apalagi sampai 1 miliar dibebankan pada PKL, ini tidak manusiawi,” kata tim hukum Keraton Yogyakarta KRT Niti Negoro. 

Setelah memanggil Eka, Keraton rencananya akan memanggil lima pedagang kaki lima yang digugat untuk mendengar versi mereka. 

"Kalau Pak Eka bilang mereka sudah berupaya untuk melakukan dengan damai dan kekeluargaan, tapi PKL tidak mau. Karena itu kami ingin mendengar versi PKL seperti apa," kata Niti.

Menurut Niti, masalah tersebut seharusnya bisa diselesaikan di luar pengadilan. 

"Besok putusan, kalau hari ini sepakat damai, maka bisa dicabut perkaranya atau kesepakatan itu dijadikan dasar putusan. Kita akan temukan keduanya nanti.”

Eka menuntut kelima PKL tersebut  — Budiono, Sutinah, Agung, Sugiyadi, dan Suwarni —karena dianggap menempati lahan yang dia miliki di Gondomanan. Pengacara Eka, Oncan Purba, mengatakan mereka sebenarnya tidak bermaksud menuntut Rp 1,2 miliar, tapi mereka hanya ingin PKL pergi dari lahan tersebut. 

Eka datang didampingi oleh Oncan. Setelah pertemuan tertutup selama dua jam tersebut, Oncan mengakui bila ada permintaan dari Keraton untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. 

Namun demikian, Oncan mengatakan proses hukum yang berlangsung harus tetap dihormati. Belum jelas apakah mereka akan meneruskan gugatan. Eka menolak untuk berbicara setelah pertemuan. — Rappler.com

BACA JUGA: