Kronologi ledakan Sarinah versi Polda Metro Jaya

 

JAKARTA, Indonesia — Ledakan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 Januari, menewaskan sedikitnya 7 orang, seorang di antaranya merupakan warga negara asing.

Berikut kronologi kejadian ledakan yang dilansir oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya:

Menurut keterangan saksi sekuriti Gedung Sarinah yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 10:30 WIB, ada enam orang memakai ransel ingin masuk ke dalam gedung. 

Setelah dilakukan penggeledehan, diperkirakan mereka membawa bom. Kemudian enam orang tersebut dibawa ke pos polisi lalu lintas di lampu merah perempatan Sarinah. 

Tiga dari mereka langsung meledakkan diri di pos polisi tersebut. Sisanya kabur menuju ke dalam kedai kopi Starbucks di Menara Cakrawala, yang berseberangan dengan Gedung Sarinah.

Setelah tiba di depan Starbucks satu orang meledakkan diri, sedangkan yang lainnya menodong pengunjung kafe dengan senjata. 

Petugas kepolisian kemudian tiba di TKP dan terjadi aksi saling tembak di halaman parkir Menara Cakrawala, tepat di depan gerai Starbucks.

Senjata dan bahan peledak teror Sarinah yang diamankan kepolisian pada 14 Januari 2016.

Foto oleh EPA

Pukul 11:40, aksi saling tembak selesai. Setelah diperkirakan aman, petugas melakukan penyisiran di Menara Cakrawala dan sekitarnya untuk membersihkan serta memastikan apakah masih ada bom atau kelompok teroris yang masih hidup dan bersembunyi di gedung tersebut

Pukul 11:44, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian memimpin penyisiran di Menara Cakrawala dan memerintahkan agar setiap orang yang ada di tiap-tiap lantai gedung diperiksa dan disuruh buka baju. 

Pukul 11:52, petugas yang berada di lantai atas Menara Cakrawala kembali mengeluarkan beberapa kali tembakan. Saat itu para petugas gabungan masih melakukan penyisiran di gedung tersebut dan melarang semua warga sipil mendekat ke TKP.

Pukul 13:00, rombongan Panglima TNI, Pangdam Jaya, dan Wakapolri tiba di TKP. 

Pukul 13:15, di sekitar TKP telah dilakukan oleh TKP oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Metro Jaya

Hasil olah TKP ditemukan barang bukti, antara lain bom rakitan, beberapa tas pinggang, tas punggung, pistol, dan beberapa butir peluru.

Pukul 14:00, setelah didata dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian, warga yang berada di dalam Menara Cakrawala dan sekitar TKP diperbolehkan pulang.

—Rappler.com

BACA JUGA: