Chelsea vs Manchester United: Peringkat empat yang sangat berat

JAKARTA, Indonesia – Musim lalu, Manchester United untuk kali pertama setelah masa-masa kelam bersama David Moyes, kembali ke posisi empat besar. Dengan sendirinya mereka melenggang ke kualifikasi Liga Champions.

Dan posisi tersebut sudah mereka kapeling sejak pekan ke-24 — sama seperti saat ini. Bedanya, jika dulu United sudah aman di posisi tersebut, musim ini di pekan yang sama mereka belum bisa mengamankannya.

Pasukan Louis van Gaal masih berjarak lima angka dari Arsenal di posisi keempat. Mengkudeta The Gunners dalam waktu dekat jelas mustahil. Apalagi di pekan yang sama Arsenal menghadapi tim peringkat ke-15 AFC Bournemouth.

Sebaliknya, United harus menghadapi lawan tangguh. Lawan yang dalam sepuluh tahun terakhir kerap menjadi penjegal mereka di laga-laga krusial. Siapa lagi kalau bukan Chelsea.

Tim Setan Merah itu harus bertandang ke markas Chelsea, Stamford Bridge, pada Minggu, 7 Februari pukul 23:00 WIB. Lawatan ini jelas bukan laga tandang yang gampang. Sebab, dalam 14 tahun terakhir, United hanya sekali menang di kandang Chelsea, yakni pada Oktober 2012 dengan skor 3-2.

Selain itu, Chelsea tak terkalahkan dalam 9 laga liga dan piala melawan United. Catatan pertemuan mereka adalah 5 kali Chelsea menang dan 4 kali seri.

Perpindahan tongkat kepelatihan dari Jose Mourinho kepada Guus Hiddink juga tidak membuat Chelsea oleng. Tim berjuluk The Blues itu memang belum meyakinkan. Hanya dua kemenangan yang mereka dapat di era Hiddink.

Tapi, dalam tujuh laga Liga Primer, tak satupun kekalahan yang diderita klub milik konglomerat Rusia, Roman Abramovich tersebut.

United sedang rajin menang besar

Kesulitan tersebut diakui Van Gaal. Menurut dia, mengalahkan Chelsea adalah pekerjaan yang sulit. “Menghadapi Chelsea tidak lagi sederhana sejak kehadiran Hiddink,” katanya seperti dikutip BBC.

Namun, Van Gaal lebih percaya diri karena anak asuhnya baru saja meraih dua kemenangan berturut-turut. Dan dua kemenangan itu diraih dengan jumlah gol yang besar, yakni menang 3-1 atas Derby County di Piala FA dan 3-0 atas Stoke City.

“Mental kami sedang bagus. Dua kemenangan diraih dengan permainan yang luar biasa. Apalagi, musuh kami juga dalam performa yang bagus,” kata Van Gaal.

United harus berangkat ke London Barat dengan sejumlah pemain absen. Selain Luke Shaw dan Antonio Valencia yang menjalani masa penyembuhan setelah operasi, beberapa andalan manajer asal Belanda itu juga tak bisa diturunkan. Ashley Young dan Bastian Schweinsteiger cedera. Sedangkan bek kanan Phil Jones diragukan bisa tampil.

Van Gaal kemungkinan akan menurunkan pemain belia Cameron Borthwick-Jackson sebagai bek kiri. Sedangkan Matteo Darmian akan menghuni bek kanan.

Untungnya, mantan pelatih Bayern Munich dan Barcelona itu tak banyak kendala di lini depan. Wayne Rooney, Juan Mata, dan Anthony Martial siap diturunkan.

Rooney bakal membahayakan bek Chelsea. Bomber 30 tahun itu sudah kembali menemukan ketajamannya. Dalam tujuh laga terakhir di semua ajang, dia mencetak tujuh gol. Begitu juga Martial yang ikut menyumbang satu dari tiga gol United ke gawang Stoke City.

Sebaliknya, Chelsea sedang langganan seri. Sejak ditekuk 1-2 oleh Leicester City pada 15 Desember, mereka ditahan imbang 5 kali. Laga melawan United terancam bakal sama kuat jika Hiddink tidak membuat terobosan di lini depan.

Situasi semakin buruk karena dua striker cadangan Chelsea sedang cedera. Radamel Falcao dan Loic Remy tak bisa dimainkan. Padahal, jika Diego Costa buntu, Remy adalah “plan B” Chelsea.

“Tentu kami ingin kemenangan daripada sekadar bermain seri. Tim ini pelan tapi pasti lebih stabil. Kami ingin kemenangan datang di saat yang tepat,” kata Hiddink.—Rappler.com

BACA JUGA: