Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Chelsea vs Sunderland: Menanti bukti dari para pemain

JAKARTA, Indonesia – Konflik antara Jose Mourinho dan para pemain mendominasi kiprah Chelsea musim ini. Manajer berpaspor Portugal itu “ditinggalkan” para pemain utama yang musim lalu menjadi pilar klub London Barat itu meraih gelar kelimanya. 

Lantas, dengan tidak ada Mourinho apakah keadaan jadi lebih baik? 

Sebelumnya, santer terdengar bahwa beberapa pemain mengaku tidak nyaman dengan manajer 52 tahun tersebut. Bahkan, sumber BBC menyebut ada pemain yang lebih rela Chelsea kalah daripada menang untuk Mourinho. 

Sekarang, mantan pelatih Real Madrid itu sudah tidak ada. Dia dipecat Roman Abramovich pada Kamis, 17 Desember lalu. Ini berarti keinginan para pemain sudah terkabul. Saat ini tinggal mereka yang membuktikan. Apakah keinginan mendepak Mourinho itu bakal lebih baik untuk mereka atau tidak?

Pembuktiannya ada pada laga ke-17 Premier League. Chelsea akan menjamu Sunderland di kandang sendiri, Stamford Bridge, 19 Desember, pukul 22.00 WIB. Asisten Mourinho, Steve Holland, bakal mendampingi John Terry dan kawan-kawan. 

Para pemain tentu bakal bekerja ekstra keras. Mereka akan berusaha membuktikan bahwa mereka bukan biang keterpurukan Chelsea musim ini. Apalagi, klub berjuluk The Blues itu tidak memiliki masalah cedera pemain. Semuanya siap diturunkan. 

Manajer Sunderland Sam Allardyce mengakui, pemecatan Mourinho bakal mempengaruhi performa Chelsea. Tapi, bisa juga sebaliknya. “Kadang-kadang ada reaksi yang bagus kadang juga tidak,” kata Big Sam, sebutan Sam Allardyce, seperti dikutip BBC.

Holland tidak bakal kesulitan menjadi komandan dadakan Chelsea. Dia sudah berada di jawara Liga Champions 2011-2012 itu sejak empat tahun lalu. Dia juga sudah mendampingi Mourinho sejak 2013-2014. Holland yang juga asisten manajer timnas Inggris U-21 itu  tidak akan kesulitan merancang komposisi pemain melawan Sunderland yang berada di peringkat ke-19. 

Situs WhoScored memperkirakan, tidak banyak perubahan dalam formasi pemain. Dalam formasi 4-2-3-1, Ramires akan ditempatkan sebagai starter di posisi winger kanan menggantikan Willian yang digeser ke kiri. 

Komposisi ini sangat jarang dilakukan Mourinho. Ramires kerap menghuni bangku cadangan. Kalaupun dimainkan, dia lebih banyak dipasang sebagai gelandang bertahan mendampingi Nemanja Matic. Padahal, pemain Brasil itu memiliki keunggulan dalam hal kecepatan. 

Selain itu, duet bek tengah juga bakal berbeda. Kurt Zouma yang biasa berpasangan dengan Terry akan disandingkan dengan Gary Cahill. Selain dua perubahan itu, formasi pemain lainnya masih sama. 

Fabregas dan Matic menjadi gelandang jangkar. Diego Costa dipasang sebagai ujung tombak dengan dukungan Oscar di belakangnya. 

Formasi ini cenderung “aman” bagi Holland. Dia tidak membuat banyak perubahan frontal. Lagi pula, mau melakukan perubahan frontal apalagi jika alternatif pemain pengganti tidak lebih baik dari mereka? 

Bek kanan Branislav Ivanovic yang performanya anjlok terpaksa harus dimainkan karena tidak ada yang bisa menggantikannya. 

Sama-sama berusaha lepas dari zona degradasi

Duel dua tim adalah bentrok dua klub yang ingin lepas dari zona degradasi. Chelsea hanya berselisih satu angka dari zona yang paling ditakuti klub-klub Premier League itu. Sunderland lebih parah. Mereka adalah tim peringkat kedua dari bawah. 

Tapi, kemenangan dalam laga malam nanti akan membuat kedua tim langsung naik peringkat. Sunderland saat ini mengoleksi 12 angka. Sedangkan Chelsea 15 poin. “Jika kami menang, tekanan untuk Chelsea bakal sangat besar. Kami akan meraih poin sama seperti mereka,” kata Big Sam.

Berdasarkan sejarah pertemuan kedua klub dua musim terakhir, Chelsea memang lebih unggul. Tapi keunggulan itu tidak mutlak. Dari enam kali bentrok, Chelsea hanya menang 3 kali, sekali seri, dan Sunderland menang dua kali. 

Jika Chelsea sampai kalah dan tiga tim di bawahnya menang, The Pensioner—julukan lain Chelsea—bakal masuk ke zona degradasi. 

Namun, manajer Arsenal Arsene Wenger tidak yakin Chelsea akan terpuruk hingga menjadi juru kunci. Kondisi ini, menurut dia, akan berakhir. 

“Mereka hanya mengalami situasi buruk. Tidak mungkin mereka sampai masuk ke zona degradasi. Mereka memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada tim-tim di papan bawah,” katanya. Semoga saja. –Rappler.com

BACA JUGA: