Mahkamah Agung hukum perusahaan pembakar lahan Rp 366 miliar

 

Apa saja temuan investigasi terhadap PT Kalista? 

Berdasar keterangan ahli kebakaran hutan dan lahan Bambang Hero Saharjo, fakta dari hasil investigasi yang dilakukan di lokasi bekas kejadian pada 5 Mei 2012 dan 15 Juni 2012 menunjukkan bahwa memang penyiapan lahan dengan pembakaran sengaja dilakukan. 

Hal tersebut terlihat dengan jelas dimana areal terbakar penuh dengan arang dan abu hasil pembakaran, dan masih menghitam pada kayu yang terbakar.

Akibatnya, kebakaran itu telah merusak lapisan permukaan gambut dengan tebal rata-rata 5-10 cm sehingga akan mengganggu kesetimbangan ekosistem di lahan bekas terbakar tersebut.

ASAP. Pesawat mendarat di tengah kabut asap yang menutupi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Utara, 29 Agustus 2015. Foto oleh Tamy Utari/EPA

ASAP. Pesawat mendarat di tengah kabut asap yang menutupi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Utara, 29 Agustus 2015.

Foto oleh Tamy Utari/EPA

Apa tanggapan menteri dan pakar hukum? 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi putusan ini. Ia bahkan mengatakan pemerintah terus mengusut perusahaan-perusahaan nakal yang membakar lahannya. 

“Sedang dilakukan berita acara lapangan dan penelitiannya bisa 2-3 perusahaan (lagi) yang kena,” katanya pada Rappler, Selasa, 15 September.

Kemungkinan nama perusahaan akan diumumkan pekan ini.  

Siti menambahkan, sudah ada 13 perusahaan yang diketahui memiliki cukup bukti melanggar pidana dan akan diumumkan hari ini.

Sementara itu, para ahli hukum juga ikut berkomentar terkait putusan ini.

"Putusan MA ini menjadi landmark dan yurisprudensi bagi putusan terkait kasus pembakaran hutan," kata Fifiek Mulyana dari kantor pengacara Mulyana & Abraar.  

Pengacara Melli Darsa dari Melli Darsa and Partners juga mengapresiasi putusan hakim. Ia berharap putusan ini bukan sekedar kebetulan saja. 

Tapi Melli menilai reformasi di tubuh Mahkamah Agung masih terlalu lamban.

“Pengalaman saya masih banyak putusan di tingkat rendah yang kurang menggembirakan termasuk di KPPU (Komite Pengawas Persaingan Usaha), yang dikenal kurang bersih,” katanya.

Melli juga menyoroti hakim-hakim agung di MA yang diduga kurang bersih. “Hanya satu-dua hakim yang baik,” katanya. 

Ia selanjutnya mengaku belum puas dengan putusan hakim kali ini. Butuh waktu bagi hakim-hakim untuk membuktikan mereka punya itikad baik memutuskan perkara dengan baik. 

“Siapapun yang bilang pengadilan lebih bersih hanya karena satu-dua putusan, tidak sedang bercanda, bukan?” katanya.

—dengan laporan dari Uni Lubis/Rappler.com

BACA JUGA: