Manchester City vs Swansea City: Momen kembali ke puncak

JAKARTA, Indonesia—Manchester City tak boleh lagi terpeleset di laga-laga yang seharusnya dengan gampang bisa mereka menangkan. Setelah pekan lalu keok 0-2 dari Newcastle United, kali ini tak ada alasan lagi untuk membabat Swansea City di Etihad Stadium, Sabtu, 13 Desember 22.00 WIB. 

Apalagi, Leicester City, saingan mereka di puncak klasemen, bakal menghadapi laga berat melawan Chelsea, Selasa 15 Desember, dini hari. Jika pasukan Claudio Ranier itu kalah, City bisa meraih kembali tahta klasemen sementara yang mereka tinggalkan sejak matchday ke-15. 

Peluang itu terbuka lebar karena Swansea sedang dirudung masalah. Klub asal Wales itu tak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhirnya di Premier League. Bahkan di dua laga terakhir, mereka kalah beruntun dan kebobolan 4 gol. Situasi buruk itu berujung dengan pemecatan manajer Garry Monk. 

Kursi kepelatihan untuk sementara diisi Alan Curtis yang bertindak sebagai karteker. Tak ayal, klub berjuluk The Swans tersebut berada dalam situasi yang tidak stabil. Pemecatan Monk tak bakal banyak mengubah performa pemain, justru menimbulkan ketidakpastian. 

Curtis memahami kondisi sulit tersebut. Namun, dia menegaskan, para pemain akan memberi perlawanan terbaiknya. “Kami tidak akan datang ke Etihad dan membiarkan gawang kami kebobolan terus sampai manajer baru datang,” kata Curtis seperti dikutip BBC.

Mantan pemain timnas Wales tersebut mengatakan, kekuatan terakhir yang bisa mereka andalkan saat melawan ke Manchester adalah soliditas tim. Setelah Monk lengser, Ashley Williams dan kawan-kawan mulai merapatkan barisan. Mereka tak boleh kalah lagi. 

“Fans akan melihat bagaimana semangat bertarung mereka berbeda kali ini,” kata Curtis. 

Penyerang City siap manfaatkan kelemahan Swansea

Namun, kali ini bukan waktu yang tepat untuk melawan City. Rival sekota Manchester United itu memang baru saja kalah 0-2 dari Newcastle di Premier League. Tapi, mereka sudah membayar lunas kegagalan tersebut dengan menghajar wakil Jerman, Borussia Muenchengladbach 4-2 di Liga Champions, Rabu 9 Desember. 

Kebetulan, laga tersebut digelar di Etihad Stadium. Stadion yang akan dikunjungi Swansea malam nanti.

Swansea tidak bisa hanya berharap dari soliditas pemain. Sebab, mereka belum bisa mengatasi beberapa kelemahan utama musim ini. Kelemahan mereka adalah serangan via sayap, eksekusi set-piece, dan sering membuat pelanggaran di area berbahaya. 

Sebaliknya, City justru memiliki keunggulan di wilayah tersebut. Winger kiri gesit, Raheem Sterling siap diturunkan. Kepercayaan dirinya sedang melambung tinggi setelah memborong dua gol ke gawang Muenchengladbach. 

Begitu juga winger kanan Kevin De Bruyne. Manajer City Manuel Pellegrini sudah mempercayakan posisi reguler di sayap kanan kepada pemain timnas Belgia tersebut. Produktivitasnya (4 gol) di klub milik Sheikh Mansour itu hanya bisa disaingi Sergio Aguero (7 gol).

Sementara itu, performa ujung tombak City Wilfried Bony juga mulai membaik. Di laga pemungkas grup D Liga Champions tersebut, dia mencetak satu gol plus memberi dua assist untuk Sterling. Kegemilangan Bony bisa sedikit mengobati absennya Aguero. 

Paduan para pemain agresif tersebut sudah terbukti membuat City menjadi klub kedua paling produktif di Premier League setelah Leicester. 

Namun, Pellegrini tak mau terlalu percaya diri. Dia mengakui performa Swansea sedang drop. Tapi, itu bukan karena faktor manajer. Sebab, tahun lalu Monk mampu membawa timnya finis di posisi kedelapan. Padahal, komposisi pemain kurang lebih sama dengan musim ini.

Manajer asal Chile itu menengarai Swansea hanya sedang menghadapi momen buruk. Momen itu bisa terus berlangsung atau segera berakhir. Yang jelas, City tentu tak ingin momen buruk itu segera hilang saat menjamu mereka nanti malam.—Rappler.com

BACA JUGA: