Menikmati suara surgawi milik Vienna Boys Choir

JAKARTA, Indonesia – Sebelum tampil di depan publik esok hari, Vienna Boys Choir secara khusus tampil di depan sejumlah awak media hari ini, Jumat, 14 Oktober di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.

Paduan suara yang sudah berusia lebih dari 600 tahun asal kota Vienna (Wina), Austria ini tampil membawakan beberapa lagu, di antaranya O Sole Mio dan Gloria karya komposer Antonio Vivaldi.

Sebanyak 22 anak bernyanyi dengan sepenuh hati memukau penonton. Benar kata mereka yang sudah pernah menyaksikan pertunjukan Vienna Boys Choir sebelumnya, Seperti mendengarkan suara dari surga.

Paduan suara ini bernyanyi hanya diiringi piano namun perpaduan suara yang terdengar sungguh menyejukkan hati. Ditambah warna suara mereka yang masih murni menyempurnakan suasana teater yang megah.

Diiringi sekaligus dipimpin oleh choirmaster asal Italia, Manolo Cagnin, Vienna Boys Choir tampil sungguh memukau. Padahal usia mereka sangat belia, sekitar 9 hingga 14 tahun.

Selama dua hari (15-16 Oktober), Vienna Boys Choir akan menyuguhkan penampilan mereka di Ciputra Artpreneur. Kata Manolo, penampilan di Jakarta kali ini terasa spesial karena sudah lama sekali Vienna Boys Choir tidak menyambangi Jakarta.

“Kami sudah tur ke banyak negara. Jepang, Amerika dan Eropa. Tapi kami sudah lama sekali tidak ke Jakarta. Hampir 25 tahun. Jadi kami pasti menampilkan yang terbaik esok hari,” ujar Manolo.

Seratus anak dalam empat kelompok

Vienna Boys Choir saat ini tercatat terdiri dari 100 anak yang dibagi dalam empat kelompok paduan suara yang terinspirasi dari komposer asal Austria. Ada kelompok Mozart, Bruckner, Haydn dan Schubert. Yang tampil di Jakarta kali ini adalah kelompok Bruckner.

Dalam satu tahun, Vienna Boys Choir berkeliling dunia tampil di banyak pertunjukan. Dalam setahun, empat kelompok ini bisa melakukan 300 konser di depan sekitar 500 ribu penonton.

Anggota Vienna Boys Choir pun terdiri dari anak-anak berusia 9-14 tahun dari 30 negara. Musisi besar dunia seperti Mozart dan Salieri, komposer Gallus dan Schubert serta Joseph dan Michael Haydn pernah bekerjasama dengan Vienna Boys Choir.

Usai tampil hari ini, beberapa anak sempat memperkenalkan diri dan mereka berasal dari banyak negara seperti Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Austria, Kanada dan Filipina.

Manolo menyebut, setiap tahun mereka merekrut sekitar 20-22 orang anak baru untuk menggantikan anggota yang sudah mengalami peralihan suara ke suara dewasa.

“Tidak ada kriteria khusus. Yang utama adalah personality. Kalau skill bernyanyi bisa dipelajari bersama-sama. Tapi untuk membentuk karakter dan kepribadian yang sedikit susah. Bagaimanapun anak-anak ini akan tur keliling dunia. Dibutuhkan mental yang baik untuk itu.”Dari kiri ke kanan: Matthew, Robert, Valentin dan Nathan berfoto bersama choirmaster Manolo Cagnin. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler.com.

Selain itu ada beberapa syarat teknis lainnya yang harus dipenuhi seperti kemampuan membaca partitur lagu dan bisa memainkan alat musik.

“Kami berasal dari banyak negara. Suatu saat kami harap akan ada anggota Vienna Boys Choir yang berasal dari Indonesia,” kata Manolo lagi.

Tur bersama tutor

Pertanyaan yang sering diajukan setiap kali mereka menggelar pertunjukan adalah, “Bagaimana dengan sekolah mereka?.” Robert, salah satu anggota Vienna Boys Choir yang berasal dari Jerman menjawab pertanyaan tersebut.

“Biasanya dalam satu tahun, kan, ada tiga semester. Kami hanya belajar dua semester. Sementara sisa materi satu semester lainnya yang dipadatkan ke dua semester itu. Satu semester itu kami tur. Jadi kami belajar keras dari jam 07.30 sampai 18.00. Kami juga berlatih selama dua jam setiap hari,” ujar Robert.

“Jadi selama touring mereka tidak terganggu urusan sekolah. Tapi kapan saja mereka membutuhkan waktu untuk belajar, kami menyediakan dua tutor yang juga ikut tur bersama kami,” ujar Manolo.

Matthew, asal Selandia Baru juga mengaku tidak terbeban menjalani tur dan jauh dari orang tua. “Sangat menyenangkan. Memang awalnya sedih tapi semakin lama kami belajar banyak hal. Jauh dari orang tua adalah proses kami untuk belajar menjadi dewasa,” lanjutnya.

Merchandise bertandatangan anggota Vienna Boys Choir

Vienna Boys Choir bersama Manolo Cagnin akan tampil selama dua hari. Pertunjukan akan dimulai tepat pukul 16.00. Karena membutuhkan fokus yang tinggi dalam bernyanyi, penonton harus datang tepat waktu karena panitia tidak akan mengizinkan penonton keluar masuk selama pertunjukan.

Untuk penonton yang hadir Sabtu dan Minggu (15 & 16 Oktober) juga bisa membeli merchandise Vienna Boys Choir berupa CD dan Programme Book. Yang spesial, mereka yang membeli Programme Book bisa mendapatkan tandatangan langsung dari personel Vienna Boys Choir usai pertunjukan.

“Saya bersemangat untuk mendatangkan paduan suara terkenal di dunia ini untuk tampil di teater kami. Kami sudah mempersmebahkan pertunjukan musikal dan tari sebelumnya. Ini akan menjadi sesuatu yang berbeda,” ujar Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur.

Tiket pertunjukan sudah hampir sold out dan pengunjung bisa mengakses www.ciputraartpreneur.com untuk keterangan lebih lanjut. Tiket dijual dari range harga Rp 750 ribu hingga Rp 2,750,000.-Rappler.com.