Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Anggota tembak pengendara motor hingga tewas, Panglima TNI minta maaf

GATOT NURMANTYO. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengucapkan sumpah dalam acara pelantikan di Istana Negara, Rabu, 8 Juli 2015. Foto oleh Rappler

GATOT NURMANTYO. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengucapkan sumpah dalam acara pelantikan di Istana Negara, Rabu, 8 Juli 2015.

Foto oleh Rappler

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kasus penembakan seorang warga oleh anggota TNI AD di Cibinong. 

"Saya selaku Panglima TNI mohon maaf atas kejadian tersebut yang dilakukan oleh anggota saya dan ini harusnya tidak boleh terjadi," kata Gatot, Rabu, 4 November, menambahkan ia sudah memerintahkan proses hukum di Pusat Polisi Militer. 

"Kemudian saya akan membuat surat telegram atau ST bahwa sekarang kejadian-kejadian TNI yang berkaitan dengan masyarakat, sidang militernya terbuka. Di situ nanti masyarakat bisa menilai bahwa persidangan terbuka, akan ada hukuman tambahan, pemecatan dan sebagainya."

Ia mengatakan akan memecat anggota TNI tersebut. Penggunaan senjata menurutnya hanya diizinkan bila dalam operasi. Ketika selesai piket, senjata harus masuk gudang. 

Kronologi penembakan

Anggota TNI Angkatan Darat Serda YH menembak Japra, seorang pengendara motor, hingga tewas di Cibinong, Selasa sore, 3 November.  

"Pelaku serempetan dengan korban yang mengendarai sepeda motor Supra dengan nopol B 6108 PGX di Jalan Mayor Oking depan SPBU Ciriung, Cibinong," kata Kepala Penerangan Kodam Siliwangi Kolonel Arm Robertson, Rabu, 4 November. 

YH mengendarai mobil CRV berpelat nomor F 1239 DZ dari arah Cibinong menuju Sentul, saat mobilnya diserempet Japra. Ia mengejar korban, namun korban tidak mau berhenti dan meminta maaf. 

"Saat di depan Pom bensin Ciriung pelaku mengeluarkan senpi dan menembak korban pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Robertson.

Jenazah Japra sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sementara itu pelaku diserahkan kepada jajaran polisi militer untuk dimintai keterangan.

"Pelaku yang bertugas sebagai bintara intelijen (baintel) 2/3/A Kompi Intai Tempur (Ki Taipur) Batalyon Intelijen (Yon Intel) Kostrad diserahkan ke Subdenpom Cibinong, Kabupaten Bogor, untuk dimintai keterangannya. Saat ini, kami masih selidiki lebih lanjut," katanya. — Laporan dari Antara/Rappler

BACA JUGA: