Hari ini, warga Myanmar ikuti pemilu bersejarah menuju demokrasi

Ribuan orang hadir dalam acara yang dianggap kampanye terbesar yang pernah diadakan di sana. Mereka melambai-lambaikan bendera dan bersorak-sorai.   

Saat pemerintahan militer Myanmar, pemimpin oposisi ternama ini menjadi tahanan rumah selama 15 tahun. Tapi sekarang dia menghidupkan dukungan kepada partainya. 

Pemilu ini merupakan kesempatan besar bagi perubahan. Kesempatan seperti ini jarang terjadi dalam sejarah. Seluruh warga negara wajib menggunakan kesempatan ini. Dengan menggunakannya dengan baik, kita akan punya kesempatan untuk membangun negara federal yang demokratis,” kata Suu Kyi.

Suu Kyi dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991 karena perjuangannya tanpa kekerasan demi demokrasi. Pengamat politik, Sithu Aung Myint mengatakan tokoh oposisi itu adalah pilihan terbaik untuk memenangkan suara mayoritas dan membawa NLD berkuasa.  

Kita melihat banyak orang mendukungnya. Masyarakat sudah berada di bawah pemerintah militer selama lebih dari 60 tahun. Dan hidup mereka tidak berubah. Masyarakat berharap dia bisa membuat perubahan,” Aung Myint.

Militer masih berkuasa

Tapi partai berkuasa bentukan junta militer Partai Pembangunan dan Solidaritas Bersatu juga berupaya memenangkan pemilu kali ini. Partai itu memenangkan pemilu 2010 saat Suu Kyi masih dalam tahanan rumah. Tapi banyak yang yakin kemenangan itu cacat. 

Tin Naing Thein adalah sekjen partai dan calon untuk daerah pemilihan Nay Pyi Taw. Dia yakin partainya bisa menang.  

Ketua partai yang sekaligus Presiden Myanmar sudah melakukan perubahan menuju demokrasi. Pendekatannya sangat lembut dan kita sudah memperbaiki hubungan dengan negara-negara lain,” kata Naing Thein

Konstitusi Burma yang dibuat oleh militer melarang Suu Kyi untuk menjadi presiden. 25 persen kursi parlemen diperuntukkan bagi pejabat militer. Dan konstitusi hanya bisa diamandemen dengan persetujuan militer. 

Pendukung oposisi mengatakan konstitusi itu cacat. Tapi pengamat politik Sithu Aung Myint masih punya harapan. 

Saya menaruh banyak harapan pada pemilu kali ini, karena kita belum pernah punya pemilu seperti ini, selama bertahun-tahun. Meski ada pemilu tahun 1990 tapi hasilnya tidak bagus. Jadi saya berharap kali ini berbeda,” kata Aung Myint.

Bagi Myanmar, ini adalah langkah menuju perubahan. —Rappler.com

Berita ini berasal dari Asia Calling, program radio mingguan dari KBR

BACA JUGA: