Orangutan di Kalimantan Tengah masuk ke pemukiman warga

PALANGKARAYA, Indonesia— Korban kebakaran bukan hanya manusia, tapi juga penghuni hutan. Orangutan ditemukan keluar dari hutan yang masih terbakar dalam keadaan lemas. 

Seperti yang dilaporkan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, konservasi ini baru saja menyita satu individu bayi orangutan dari warga di Tumbang Nusa bernama Yaya. 

Penyitaan dilakukan pada hari ini, Jumat, 30 Oktober, pukul 9 pagi. 

Menurut pengakuan Yaya, warga telah menampung hewan yang memiliki kemiripan DNA 97,3 persen dengan manusia itu selama sepekan. 

Bayi tersebut terdampar di jalan raya wilayah Desa Tumbang Nusa.

“Diduga karena hutan sekitar itu terbakar,” kata Kepala Humas Konservasi Orangutan Nyaru Menteng Monterado Fritman pada Rappler, Jumat.

Ketika ditemukan, bayi tersebut dalam keadaan dehidrase dan diare. BOSF kemudian memutuskan untuk merehabilitasi bayi tersebut. 

Selain di Tumbang Nusa, Kalteng Pos melaporkan orangutan juga masuk perkampungan. Tepatnya di Kabupaten Kotawaringin, Sampit. 

 Orangutan digendong petugas, diselamatkan dari kebakaran hutan.

Orangutan digendong petugas, diselamatkan dari kebakaran hutan.

Menurut Komando Pos Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sawit, ada dugaan lima orangutan telah keluar dari hutan yang terbakar di Desa Pelangsian. 

“Kami akan segera melakukan penyisiran di Desa Pelangsian. Kami juga minta apabila warga menemukan atau berpapasan untuk tidak menyakiti,” katanya seperti dikutip dari Kalteng Pos. 

Sementara itu, BOSF mengatakan sudah delapan orangutan yang diselamatkan oleh tim Search and Rescue sejak bencana asap melanda. Dua diantaranya berusia masih bayi, di bawah 1 tahun.

Menurut keterangan warga yang menemukan, kedua bayi orang utan itu ditemukan dalam keadaan berpelukan satu sama lain, tanpa orang tua mereka, di area hutan yang masih terbakar. 

Kedua bayi orang utan itu ditemukan dalam keadaan lemah karena menghirup banyak asap. —Rappler.com

BACA JUGA: