Penderita DBD di Banten mencapai 850 orang

Seorang petugas melakukan fogging di Kelurahan Gondang, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (5/9). Anis Efizudin/ANTARA.

Seorang petugas melakukan fogging di Kelurahan Gondang, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (5/9). Anis Efizudin/ANTARA.

JAKARTA, Indonesia - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terus bertambah. Sampai hari ini lima orang telah meninggal dan 850 orang menjadi korban gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

"Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan penyebaran DBD," kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmutallah di Lebak, Senin 3 Oktober 2016.

Firman mengatakan penderita demam berdarah dengue tahun ini melonjak drastis dari tahun lalu. Pada 2015, penderita demam berdarah dengue tercatat 460. Tahun ini penderita menjadi 850.

Cuaca yang tidak menentu dianggap sebagai penyebab tingginya penderita demam berdarah dengue tahun ini. Sebab, dengan cuaca seperti ini, perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti menjadi lebih cepat.

Selain itu kawasan padat penduduk seperti Rangkasbitung, Cibadak, Wanasalam, Kalanganyar, Maja, Sajira, Cipanas, Malingping, Bayah, Cipanas, Leuwidamar dan Warunggunung sangat rawan terkena deman berdarah dengue.

Hal ini bisa dilihat dari pasien demam berdarah dengue yang sebagian besar berasal dari daerah-daerah padat tersebut. Firman bahkan menyebut daerah-daerah itu sebagai endemis DBD.

"Kami berharap warga yang tinggal di daerah endemis DBD agar meningkatkan kewaspadaan serangan penyakit menular yang mematikan itu," kata Firman.

Firman juga mengajurkan agar warga di daerah padat penduduk tersebut aktif bergotong royong dengan melakukan kegiatan gerakan kebersihan lingkungan, seperti mengubur, menguras dan menimbun.

Sebab lingkungan yang tidak bersih berpeluang menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti. "Kami berharap warga mengoptimalkan gerakan 3 M dan PSN untuk memutus mata rantai penyakit yang mematikan itu," kata Firman.--dengan laporan ANTARA/Rappler.com