Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *

Please provide your email address

welcome to Rappler

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Annual Subscription

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

welcome to Rappler+

Polisi Munich: Kemungkinan pelaku penembakan ikut tewas

JAKARTA, Indonesia - (UPDATED) Jenazah seorang pria yang ditemukan di dekat pusat perbelanjaan di Munich, Jerman kemungkinan besar adalah pelaku penembakan. Polisi menduga pelaku bunuh diri dan hanya beraksi seorang diri (lone gunman).

Semula polisi di Munich mengira pelaku penembakan berjumlah 3 orang berdasarkan keterangan saksi. Namun, pada Sabtu dini hari, juru bicara kepolisian Munich memastikan pelaku hany beraksi seorang diri.

“Kami dapat memberikan kepastian bahwa sinyal kehati-hatian sudah selesai. Sepertinya jenazah yang ditemukan di dekat Pusat Perbelanjaan Olimpiade (OEZ) adalah pelaku,” ujar juru bicara itu seperti dikutip kantor berita Reuters.

Sementara, jumlah korban tewas bertambah menjadi 9 orang. Sedangkan 10 orang lainnya mengalami luka tembak.

Otoritas berwenang sebelumnya memperingatkan publik agar menjauhi jalan-jalan di kota Munich. Mereka juga menutup akses di seluruh jalan di kota terbesar ketiga di Jerman itu. Akses transportasi turut dihentikan.

“Kami memperingatkan kepada warga Munich ada beberapa pelaku penembakan yang masih berkeliaran dan berbahaya. Kami meminta kepada warga untuk tetap berada di dalam rumah,” ujar polisi ketika itu.

Kepolisian Munich mencuitkan informasi kepada masyarakat, "Operasi besar-besaran tengah berlangsung di pusat perbelanjaan OEZ."

There is Police Action at the Olympiaeinkaufszentrum #oez #munich #west #gunfire — Polizei München (@PolizeiMuenchen) July 22, 2016

Akun Twitter Kepolisian Munich juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengunggah gambar maupun video polisi untuk menghindari memberikan informasi kepada pelaku.

Please don't take Fotos or Video of Police Action in order to avoid any helpful Information for the suspects. #munich #gunfire #oez — Polizei München (@PolizeiMuenchen) July 22, 2016

Pelaku penembakan keturunan Iran

Polisi Jerman juga berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan. Menurut keterangan Kepala Polisi, Hubertus Andrae dalam jumpa pers, pelaku adalah pria Jerman keturunan Iran dan berusia 18 tahun. Bahkan, pelaku memegang dua paspor yaitu Jerman dan Iran.

Namun, belum diketahui motif penembakan. Andrae juga menyebut tidak ada tanda bahwa ada pelaku lain dalam insiden menyedihkan itu.

Kronologi penembakan

Penembakan di kafe McDonald Pusat Perbelanjaan Olimpiade (OEZ) bermula sebelum pukul 16:00 waktu setempat. Aksi tersebut kemudian berlanjut jalan lalu bergeser ke dalam OEZ.

Warga yang tengah berbelanja terlihat panik dan langsung berhamburan meninggalkan pusat perbelanjaan untuk menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka bahkan tengah menggendong anaknya.

Tak berapa lama kemudian, polisi datang mengepung gedung OEZ. Helikopter pun bisa terlihat mengudara di atas lokasi.

Berdasarkan sebuah video yang diunggah ke media sosial, terlihat pelaku yang mengenakan pakaian berwarna hitam berjalan meninggalkan kafe McDonald. Sementara, di saat bersamaan, dia berulang kali melepaskan tembakan ke arah warga.

Sementara, berdasarkan video lainnya memperlihatkan seorang pelaku di atas parkir garasi yang tengah terlibat aksi perdebatan dengan warga setempat. Mereka mengira pelaku adalah orang asing.

“Saya warga Jerman, karena saya juga lahir di sini,” ujar si pelaku menjawab pertanyaan warga.

Akibat kejadian itu, Kanselir Angela Merkel langsung menggelar pertemuan darurat pada hari ini untuk membahas penyerangan mematikan tersebut.

“Kami bertekad akan melakukan apa pun sehingga teror dan tindak kekerasan yang tak manusia terhadap warga kami tak bisa dilakukan di Jerman,” ujar Kepala Staf Merkel, Peter Altmaier.

Ini menjadi aksi teror ketiga yang menimpa Benua Eropa dalam 8 hari terakhir. Sebelumnya, sempat terjadi penyerangan dengan menggunakan kapal di dalam sebuah kereta di Bavaria, Jerman pada tanggal 18 Juli. Aksi lainnya terjadi di kota Nice, Perancis, di mana pengendara truk menabrakan kendaraannya dengan sengaja ke arah kerumunan warga pada tanggal 14 Juli.

Tak ada WNI jadi korban penembakan

Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada warganya yang menjadi korban penembakan di kota Munich, Jerman. Hal itu diperoleh Kementerian Luar Negeri dari KBRI Berlin dan KJRI Frankfurt.

“KBRI Berlin telah berkoordinasi dengan KJRI Frankfurt yang meminta agar WNI di Munich untuk menjauhi lokasi pertokoan Olimpiazentrum & Marienplatz,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 23 Juli.

Pemerintah Indonesia juga meminta agar WNI memastikan keamanan pribadi dan mengimbau agar menjauhi tempat publik yang memiliki potensi serangan teror. Indonesia turut mengecam aksi serangan teror yang terjadi di kota Munich pada Jumat sore kemarin.

Berdasarkan data Kemlu, terdapat sekitar 11.780 WNI di wilayah kerja KJRI Frankfurt, termasuk di dalamnya sekitar 894 orang yang tinggal di Munich. Sebagian besar WNI berstatus mahasiswa sebanyak 248 orang, ibu rumah tangga sebanyak 165 orang, karyawan 151 orang dan wiraswasta sebanyak 9 orang.

Bagi keluarga WNI yang membutuhkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi hotline KBRI Frankfurt di nomor kontak +49162 41290 44 atau di hotline Kemlu: 0812 900 70027 - dengan laporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA: