Dialog antar agama: Perempuan bangun persaudaraan tanpa sekat

"Kita mengapresiasi Romo Budi sebagai Ketua FKUB Semarang yang berani menggelar dialog dengan wanita Muslim. Karena melalui acaranya, kita bisa menunjukan kepada teman dari Muslimat NU jika kita juga punya kerudung sendiri. Sungguh acara yang luar biasa," tambahnya.

Menurut pengasuh Ponpes Al Ishlah Tembalang Semarang, KH Amin Maulana Budi Harjono, dialog yang melibatkan perempuan dari segala unsur agama hari ini berjalan dengan aman.

Ia lantas mengibaratkan perempuan sebagai seberkas sinar Tuhan, adalah sosok makhluk yang memiliki peranan penting di segala sendi kehidupan. "Kalau lelaki itu ibaratnya langit, sedangkan perempuan itu seperti bumi yang memberikan kehidupan bagi manusia," tutur Kyai Budi

Kyai Budi lantas mendorong kepada panitia guna menggelar acara serupa pada tahun depan untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam umat beragama. Sebab, dialog kerukunan umat beragama bisa menumbuhkan kebaikan sesama umat manusia.

"Saya sendiri enjoy menghadiri acara ini karena bisa menumbuhkan kebaikan bagi kita semua," katanya.

Seusai acara, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Aloysius Budi Purnomo mengatakan dialog perempuan Muslim-Katolik baru pertama kali diadakan di Ungaran, bahkan di dunia.

"Kami senang para ibu dari gereja Katolik dan Kristen untuk hadir jumpa hati bersama kami. Ini merupakan perwujudan dialog perempuan lintas agama pertama kali di dunia," katanya.

Ia ingin kaum hawa ke depan mampu mengeksplorasi diri, mengingat secara kuantitas keberadaan mereka selama ini cukup mendominasi di segala elemen kehidupan.

"Dunia ini sebagian besar diisi oleh perempuan. Mereka punya semangat untuk mewujudkan perdamaian di tiap keluarga, komunitas maupun saat mengurus rumah tangga," kata Romo Budi.

Ia berharap dialog perempuan mampu menginspirasi masyarakat dunia untuk mewujudkan perdamaian abadi. Ia ingin masyarakat jangan sampai terpecah belah. Meski berbeda tapi harus memperkaya dunia.

"Jika dua tahun lalu kita menggelar kongres persaudaraan sejati di Muntilan Magelang, tahun ini kami mengambil langkah dengan mempertemukan wanita lintas agama untuk mewujudkan persaudaran sejati bagi dunia," katanya. – Rappler.com

 

BACA JUGA