Sambut ISL, Persipura bawa modal awal Rp 1 miliar dari Freeport

JAKARTA, Indonesia — Senyum sumringah mengembang dari bibir Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano. Ekspresi Itu ditunjukkan setelah sebuah cek bernilai besar diberikan secara serimonial di Hotel Kartika Chandra pada Jumat, 6 Januari.

Di tengahnya tertulis nominal jumbo: Rp 1 miliar. Itu adalah penghargaan atas keberhasilan Persipura menjadi juara ISC A 2016. Jumlah itu bukan untuk seluruh pemain tetapi akan dijadikan modal awal Persipura menyambut kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017. 

"Kami mengucapkan selamat atas kemenangan Persipura Jayapura. Kami turut berbangga dengan Persipura yang telah mengharumkan nama Papua di ajang ISC 2016," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim.

Pria berkumis itu menjelaskan bahwa apa yang diberikan sebagai upaya ambil bagian memajukan sepak bola Indonesia. 

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu ingin ikut andil dalam upaya memajukan olahraga terpopuler di tanah air tersebut. 

"Kami merasa punya tanggung jawab moril, dalam konteks olahraga. Kami berharap sepakbola Indonesia lebih luas, maju, mempunyai bibit-bibit menjanjikan yang harus kami bina," kata Chappy memaparkan.

Ketua umum Persipura Benhur Tommy Mano menuturkan bonus tersebut akan dimaksimalkan untuk keperluan tim. Pasalnya, saat ini sudah memasuki masa persiapan menghadapi kompetisi musim 2017.

"Kami berharap PT Freeport tak hanya sekadar memberi bonus. Tapi juga menjadi partner kami," kata calon wali kota Jayapura tersebut.

Mutiara Hitam berburu sponsor 

Persipura boleh menjadi juara ISC 2016. Tapi dalam urusan mencari sponsor, mereka kalah start dengan beberapa klub lainnya seperti Persib Bandung, Arema FC, dan Semen Padang sudah mengantongi sponsor, demikian juga dengan Bali United.

Karena itu, mereka kini bergerak mencari sponsor. Dalam pemberian bonus secara seremonial dari PT Freeport Indonesia, manajemen tim Mutiara Hitam langsung mencoba melakukan negosiasi agar nama perusahaan mereka bisa menempel di jersey tim.

"Kami ingin PT Freeport jadi sponsor utama kami," tegas Benhur.

Persipura mengincar PT Freeport Indonesia agar bisa memberikan suntikan dana segar yang jumlahnya puluhan miliar. Berbeda dengan kompetisi 2017, Boaz Salossa dkk membutuhkan anggaran lebih besar untuk mempertahankan target juara.

"Kami inginnya, PT Freeport kasih Rp 26 miliar untuk menjadi sponsor utama," paparnya.

Menurut Benhur kebutuhan anggaran Persipura meningkat sekitar Rp 10-11 miliar dibandingkan saat mengikuti ISC. Sponsor utama mereka saat itu adalah Bank Papua yang menyuntikan dana sebesar Rp 15 miliar. Kebutuhan semakin besar karena akan ada perubahan skuat terutama tambahan pemain asing.—Rappler.com