Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Petisi untuk cabut hadiah nobel Suu Kyi diluncurkan

JAKARTA, Indonesia— Setelah mendapat kritikan tajam, sebuah petisi telah diluncurkan di change.org untuk mencabut penghargaan nobel dari tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi. 

Petisi itu diluncurkan sebagai protes atas komentarnya usai diwawancara presenter acara BBC Today Mishal Husain, seorang Muslim, perihal kekerasan yang diterima Muslim Rohingya pada 2013. 

Hal tersebut terungkap lewat sebuah buku biografi berjudul The Lady and The Generals — Aung San Suu Kyi and Burma’s Struggle for Freedom yang ditulis oleh jurnalis The Independent Peter Popham. 

“Tidak ada yang memberitahu saya bahwa saya akan diwawancara oleh seorang Muslim,” ujar Suu Kyi. 

Suu Kyi saat itu mengaku terkejut karena diwawancarai.

Kekesalan Suu Kyi disebabkan pertanyaan yang diajukan Husain mengenai penderitaan yang dialami oleh umat Muslim di Myanmar.

Dalam petisi yang ditandatangani oleh penulis dan mantan jurnalis Goenawan Muhammad dan kawan-kawannya, pernyataan Suu Kyi tersebut dinilai bernada rasis. 

“Pernyataan Suu Kyi yang bernada rasis barangkali hanya satu kalimat namun maknanya sangat mendalam bagi setiap orang yang mencintai perdamaian,” tulis petisi tersebut. 

Padahal selama ini, Suu Kyi dikenal sebagai seorang penyabar yang berjuang dalam damai dan hingga akhirnya dapat merebut kekuasaan di Myanmar. 

“Namun pernyataan Suu Kyi mempermasalahkan seorang jurnalis Muslim pada akhirnya membuat banyak orang kecewa dan marah.” 

Petisi tersebut juga mempertanyakan sikap Suu Kyi yang tidak mengeluarkan sepatah katapun terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia yng dialami oleh etnis minoritas Muslim Rohingya. 

Selama tiga tahun terakhir, lebih dari 140.000 etnis Muslim Rohingya hidup sengsara di kamp pengungsi di Myanmar dan di berbagai negara.

“Apa yang salah dari seorang Muslim, Suu Kyi? Bukankah Demokrasi dan Hak Asasi Manusia mengajarkan untuk menghormati setiap perbedaan keyakinan dan menjunjung tinggi persaudaraan,” tulis petisi tersebut. 

“Apapun agamanya, harusnya Suu Kyi dan kita semua harus tetap saling menghormati setiap orang dan tidak bertindak diskriminatif sebagai sesama manusia.” 

Petisi itu menyebut, Nobel Perdamaian adalah penghargaan tertinggi yang diberikan khusus “untuk orang-orang yang memberikan upaya terbesar atau terbaik bagi persaudaraan antar bangsa.” 

“Jika penerima Nobel tidak bisa menjaga “perdamaian” maka demi perdamaian dan persaudaraan sudah selayaknya perhargaan yang diterimanya harus dikembalikan atau dicabut oleh Komite Nobel.”

“Kami meminta Ketua Komite Nobel untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Suu Kyi. Hanya mereka yang sungguh-sungguh menjaga kedamaian yang layak menerima hadiah Nobel Perdamaian.”

Kalau kamu setuju dengan petisi tersebut, kamu bisa berpartisipasi di sini. —Rappler.com

BACA JUGA