Pusamania vs Mitra Kukar: Penentuan status Raja Borneo

JAKARTA, Indonesia — Laga Pusamania Borneo FC melawan Mitra Kukar ini sejatinya memiliki implikasi yang berbeda bagi kedua tim. Itu karena hasil pertandingan mereka sejauh ini berbeda. Peluang mereka juga berbeda. 

Laga lanjutan Grup A Piala Bhayangkara ini akan digelar di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Kamis, 24 Maret, pukul 14:30 WIB.

Di kubu Mitra Kukar, mereka masih memiliki peluang untuk lolos ke babak semifinal. Torehan dua poin dan dengan dua laga tersisa masih bisa diperjuangkan untuk bersaing dengan Persib Bandung dan Sriwijaya FC. 

Sementara itu, Pusamania Borneo FC (PBFC) bisa dibilang sudah habis. Mereka tak memiliki lagi kans untuk bersaing lolos ke semifinal seiring hasil buruk di tiga laga mereka. Sampai saat ini, PBFC nirpoin. Selalu kalah.

Di atas kertas, tentu Mitra Kukar lebih dijagokan dibanding PBFC untuk memenangi laga ini. Tapi, di atas lapangan, hasil bisa berbeda karena pertandingan ini menjadi laga penuh gengsi.

Pesut Etam, julukan PBFC, tentu tak mau begitu saja menyerahkan kehormatannya kepada Mitra Kukar. Mereka akan fight, bahkan lebih fight dan bersemangat dibanding laga sebelumnya.

"Kalau tanding ini, derby ini soal harga diri kami. Saya minta kepada semua pemain untuk berjuang sekuat tenaga mengalahkan mereka," kata Presiden klub PBFC, Nabil Hussein.

Bahkan, keseriusan laga ini membuat dia harus datang kepada pemain satu per satu, memberikan motivasi dan meminta kesanggupan berjuang habis-habisan. 

"Saya sampaikan hal tersebut satu per satu secara personal," imbuhnya.

Sebagai dua wakil Kalimantan di laga ini, pantas keduanya ingin membuktikan siapa yang lebih baik. Mitra Kukar, selain termotivasi karena derby, mereka juga memiliki motivasi menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. 

Tapi, Subangkit, pelatih Mitra Kukar mengingatkan anak asuhnya untuk tetap bermain tenang. Tidak terpancing emosi dan tingginya tensi pertandingan karena lawan yang kemungkinan bermain ngotot.

Dia tidak ingin pemain-pemainnya kehilangan pola dan tak menjalankan strategi dengan baik hanya karena terbawa emosi dengan lawan. "Saya minta pemain tetap bermain tenang. Jalankan taktik jangan terbawa emosi. Tim harus bisa bermain sabar dan berfokus untuk meraih hasil terbaik, tidak justru terpancing lawan," ucap Subangkit.

Sayang, Mitra Kukar tak seperti PBFC kondisinya saat ini. Tim berjuluk Naga Mekes harus kehilangan dua pemain asing, Marlon da Silva dan Arthur Cunha. Keduanya absen lantaran akumulasi kartu dan cedera.

Tinggal Rodrigo Dos Santos yang bisa diharapkan performanya untuk mengangkat permainan. "Kami akan melihat dulu dan menunggu nanti, baru kami akan tunjukkan akan main menyerang atau bertahan," ucap dia. —Rappler.com

BACA JUGA: