PM Singapura tunda kunjungan ke Indonesia karena alasan kesehatan

JAKARTA, Indonesia - Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong terpaksa harus beristirahat selama satu pekan usai jatuh sakit saat membacakan pidato di hari nasional Singapura. Cutinya dimulai pada hari Senin, 22 Agustus hingga Senin pekan depan, 29 Agustus.

Lee akhirnya menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada Minggu, 21 Agustus hingga Senin dini hari. Tim kedokteran menyatakan tidak ada kelainan di bagian jantung dan bukan stroke.

Selama cuti, maka tugas kenegaraan Lee untuk sementara waktu akan diambil alih oleh Wakil PM Teo Chee Hean.

“Saya bahagia untuk mengabarkan bahwa para dokter berpikir saya baik-baik saja, tetapi mereka menyarankan agar saya beristirahat, jadi saya akan mengambil cuti (karena sakit) untuk pekan ini,” tulis Lee melalui akun Facebooknya pada Senin, 22 Agustus.

Akibatnya kunjungan kenegaraan ke Indonesia yang semula dilakukan pada Rabu, 24 Agustus juga terpaksa ditunda. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku akan membahas dengan Pemerintah Singapura mengenai jadwal terbaru.

“Bukan dibatalkan (kunjungan kenegaraan), tetapi ditunda. Jadwal (kunjungan) yang baru akan kami bahas,” ujar Retno kepada Rappler melalui pesan pendek.

Rencananya Lee dan Presiden Joko "Jokowi" Widodo pemimpin negara dijadwalkan akan bertemu di Kendal, Jawa Tengah. Hal itu karena mereka akan menghadiri peresmian Komplek Industri Kendal (KIK) yang dibangun secara patungan antara perusahaan Indonesia, Jababeka dengan Singapura, Sembawang Corporation.

Lee tiba-tiba jatuh sakit ketika tengah menyampaikan pidato yang disiarkan secara langsung di televisi. Dia nyaris pingsan dan terpaksa turun dari podium. Saat itu, dia sudah menyampaikan pidato selama lebih dari dua jam.

Menurut keterangan resmi dari kantor Perdana Menteri pada hari ini, pria berusia 64 tahun itu jatuh sakit karena tiba-tiba mengalami penurunan tekanan darah yang disebabkan terlalu lama berdiri, kelelahan dan dehidrasi.

Kendati dalam keadaan yang kurang sehat, tetapi Lee tetap kembali ke podium dan menuntaskan pidatonya. Acara sempat jeda selama 1 jam dan 20 menit, karena tim kedokteran harus memeriksa kondisi Lee.

"Terima kasih sudah menunggu saya. Saya sempat membuat semua orang ketakutan," tutur PM Lee sambil tersenyum.

PM Lee sebelumnya pernah melalui operasi kanker prostat pada tahun 2015 dan dokter meyakinkan tidak ada masalah dengan kesehatannya. Dia juga berhasil selamat dari serangan lymphoma, salah satu bentuk kanker di tahun 1992 lalu.

Lee sudah berkuasa dan menjadi kepala pemerintahan Singapura sejak tahun 2004 lalu. - dengan laporan Santi Dewi/Rappler.com