Polisi bunuh dan mutilasi dua anak kandung di Kalbar

JAKARTA, Indonesia - Anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Brigadir Petrus Bakus dilaporkan telah membunuh dua anak kandungnya yang masih berusia balita pada Kamis, 25 Februari. Usai dibunuh, jenazah kedua anaknya itu juga dimutilasi pelaku.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, AKBP Arianto, menceritakan peristiwa tragis itu berlangsung pada Kamis dini hari sekitar pukul 24:00 di Asrama Polres Melawi. Berdasarkan keterangan istri pelaku, pembunuhan terjadi saat kedua anak dan istrinya sedang tidur.

Usai membunuh kedua anaknya, pelaku juga berusaha membunuh sang istri. Tetapi, istrinya terbangun ketika melihat sang suami datang dengan membawa parang yang telah berlumuran darah. Pelaku kemudian mengatakan akan membunuh istrinya.

"Saat itu, istrinya minta waktu untuk melihat anaknya sebelum dibunuh. Namun, pelaku mengatakan kedua anaknya sudah meninggal. Lalu, istrinya mencari cara agar pelaku tak curiga, sehingga dia meminta untuk diambilkan air minum terlebih dahulu," tutur Arianto menceritakan kronologi peristiwa melalui telepon pada Jumat, 26 Februari.

Saat pelaku mengambil air minum, istrinya melarikan diri dan meminta pertolongan kepada warga asrama.

"Hingga saat ini, pelaku sedang diperiksa di Mapolres Melawi dan telah ditahan," kata dia.

Sementara, Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Arief Sulistyanto menyebut kondisi Petrus dalam keadaan sehat walau kerap meracau saat bicara dan tidak menjadi dirinya sendiri.

Perintah Tuhan

Arief turut mengatakan Petrus beralasan membunuh karena mendengar bisikan dan perintah dari Tuhan.

"Tersangka dalam keadaan sehat. Dia mengaku mendapat bisikan untuk melakukan itu semua, sehingga dia mengakui melakukan perbuatan itu dalam keadaan sadar," ujar Arief di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat pada Sabtu, 27 Februari.

Dia belum bisa menjelaskan bagaimana kondisi dari tersangka saat ini. Oleh sebab itu, Polda Kalbar akan memeriksa kejiwaan pelaku.

Sementara, menurut keterangan istri Petrus, perilaku suaminya sudah menunjukkan gelagat mencurigakan selama seminggu terakhir. Petrus diakui sering marah-marah sendiri di rumah seperti ada mahluk halus yang mendatangi.

Proses penyidikan akan tetap berjalan untuk mengumpulkan alat bukti. Tim Inafis akan melakukan olah TKP dengan tim penyidik, termasuk memeriksa saksi-saksi.

Sedangkan, jenazah Febian dan Amora akan diotopsi sebagai salah satu cara untuk melengkapi alat bukti.

Perilaku baik

Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Arief Sulistyanto, mengatakan sebelum terjadi peristiwa tragis itu, Petrus diketahui kerap berperilaku baik dan tidak menunjukkan sikap aneh.

"Dalam sehari-hari, keadaannya baik-baik saja. Bahkan, waktu Pilkada Melawi yang bersangkutan terpilih menjadi pendamping salah satu calon bupati, karena fisiknya bagus, hanya dalam perkembangan lalu ada kondisi kejiwaan begini, ini kan di luar pengetahuan kami," kata Arief. - laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA: