Polres Jakarta Utara tangkap tiga pegawai KPK

JAKARTA, Indonesia – Petugas Polres Jakarta Utara menangkap tiga pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang bertugas di Harco Mangga Dua, Jakarta Utara, Senin, 22 Februari.

Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik KPK Yuyuk Andriyati Iskak mengatakan ketiga pegawai KPK berinisial DR, BP dan WG sedang mengumpulkan informasi. 

"Mereka sedang bertugas, sedang mengumpulkan informasi dan itu penugasan tertutup," kata Yuyuk yang dihubungi Rappler melalui telepon. 

Ketiga pegawai KPK itu telah dilepaskan setelah Kepala Polres Jakut Daniel Bolly Tifaone mendapat konfirmasi dari KPK bahwa mereka sedang menjalankan penugasan tertutup. 

Daniel mengatakan penangkapan tiga pegawai KPK tersebut hanya karena salah paham belaka.

Dia menceritakan awalnya tim Polres Jakut tengah berada di Kantor Samsat Jakarta Utara. Mereka mencurigai sebuah mobil di pelataran parkir Harco Mangga Dua, Jakarta Utara.

"Sudah tiga hari ini, mobil tersebut lalu lalang di sana. Ancaman teroris ini belum hilang loh ya," ujar Bolly yang dihubungi Rappler.

Anggota Polres Jakut melihat di dalam mobil tersebut ditumpangi tiga orang pria. Mereka kemudian bertanya kepada ketiga pria soal keberadaan tiga orang itu. Namun, ketiganya memilih tidak bersedia mengungkap asal usulnya.

"Anggota saya lalu melapor ke saya. Saya katakan, daripada ribut di lapangan, mending dibawa saja ke kantor (Polres Jakarta Utara)," papar Daniel.

Saat dibawa ke kantor, ketiganya masih bungkam. Polisi kemudian menggeledah ketiganya. Usai digeledah, polisi menemukan kartu identitas KPK.

Daniel kemudian mengkonfirmasi mengenai ketiga orang itu ke KPK. Organisasi anti rasuah itu membenarkan jika tiga pria tersebut merupakan anggotanya.

"Jadi, saya harus meluruskan. Tidak ada yang namanya penangkapan. Itu hanya mengamankan saja," kata Daniel menjelaskan. –dengan laporan dari Santi Dewi/ Rappler.com

BACA JUGA: