Polisi tekan kampus batalkan pemutaran 'Pulau Buru Tanah Air Beta'

Suasana pelarangan acara nobar dan diskusi film dokumenter 'Pulau Buru: Tanah Air Beta' karya di sekretariat AJI Yogyakarta dalam rangka Hari Kebebasan Pers Dunia. Foto dari AJI Yogyakarta

Suasana pelarangan acara nobar dan diskusi film dokumenter 'Pulau Buru: Tanah Air Beta' karya di sekretariat AJI Yogyakarta dalam rangka Hari Kebebasan Pers Dunia.

Foto dari AJI Yogyakarta

YOGYAKARTA, Indonesia – Rencana pemutaran dan diskusi film dokumenter Pulau Buru Tanah Air Beta kembali dibatalkan oleh polisi di Yogyakarta. Kali ini, yang menjadi 'korban' adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Proklamasi 45, Yogyakarta.

Pembina BEM UP 45 Edward Bot mengatakan pihaknya bencana menonton bersama dan membedah film dokumenter Pulau Buru Tanah Air Beta pada Jumat pagi, tetapi terpaksa dibatalkan setelah mendapat tekanan dari polisi selama hampir satu minggu.

"Senin ada telpon dari Polsek Depok Barat, Selasa juga ada telpon lagi. Intinya mereka minta kegiatan ini dibatalkan," kata Edward kepada Rappler pada Jumat, 20 Mei.

Petugas dari Polres Sleman juga mendatangi kampus. Mereka meminta kampus membatalkan acara tersebut, tetapi pihak kampus menolaknya. Keesokan harinya, petugas dari Polsek Depok Barat, Polres Sleman dan Polda Yogyakarta kembali mendatangi kampus UP 45.

"Mereka menyampaikan kalau akan ada sweeping dari FAKI dan FKPPI kalau acara ini tetap dilaksanakan. Akhirnya kita sepakat, diskusi tetap ada, tapi mahasiswa nonton film di kos masing-masing," kata Edward.

Tidak selesai di situ, Polisi meminta kampus membuat surat pernyataan bahwa tidak akan melaksanakan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta, namun pihak kampus menolaknya.

Pada Jumat pagi, 20 Mei, sekitar 20 polisi mendatangi UP 45, meminta acara tersebut tidak dilaksanakan.

"Hari ini, kita sudah batalkan acara itu, kita tunda, tapi tadi ada 20 polisi datang, mengawasi kampus sampai selepas Jumatan. Mereka ingin memastikan jika acara benar-benar dibatalkan. Anehnya pada saat itu, listrik kampus mati dari pagi sampai siang, seperti ada sabotase," kata Edward.

Tetapi, saat dikonfirmasi Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengaku belum mengetahui pelarangan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta.

"Saya gak tahu siapa yang melarang. Nonton film apa to? Belum ada laporan ke saya," katanya lewat pesan singkat. 

Pada Selasa malam, 3 Mei, polisi mmbubarkan acara peringatan Hari Kebebasan Pers yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta karena, antara lain, ada pemutaran film dokumenter Pulau Buru: Tanah Air Kita. Rappler.com

BACA JUGA: