Apa kata politisi Amerika Serikat soal Muslim menjadi presiden?

JAKARTA, Indonesia — Belum reda kehebohan pernyataan Donald Trump soal umat Muslim di Amerika Serikat, bakal calon presiden lain dari Partai Republik kembali membuat kontroversi.

Sementara itu, perwakilan dari Partai Demokrat menegaskan bahwa umat Muslim adalah bagian dari Amerika Serikat juga.

Bakal capres Partai Republik: Muslim tak bisa jadi presiden AS

Dalam sebuah wawancara dengan media pada Minggu, 19 September, bakal kandidat presiden dari Partai Republik Ben Carson menyatakan bahwa ia tak ingin Amerika Serikat dipimpin oleh seorang Muslim.

Salah satu argumen Carson adalah karena nilai-nilai Islam bertentangan dengan konstitusi negara tersebut.

"Tidak, saya pikir tidak," kata Carson saat ditanya apakah nilai-nilai Islam sejalan dengan konstitusi Amerika Serikat.

"Saya tidak akan mendukung jika kita memercayakan negera ini kepada seorang Muslim. Saya sepenuhnya tidak setuju dengan hal itu," ujarnya lagi. 

Trump: Ingin singkirkan umat Muslim?

Pernyataan Carson memicu berlanjutnya kontroversi tentang sikap Partai Republik terhadap umat Muslim di Amerika Serikat.  

Hanya beberapa hari sebelum keluarnya pernyataan Carson, bakal calon presiden Republik lainnya Donald Trump menuai kritik saat dalam sebuah kampanye terbuka.

Ia tak memberikan bantahan saat pada sesi tanya-jawab seorang pria bertanya, "Kapan kita bisa menyingkirkan semua muslim dari Amerika Serikat?" 

Senator Demokrat: Muslim bagian dari Amerika Serikat

Senator Harry Reid saat berjalan menuju podium sebelum berbicara di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat. Foto oleh MICHAEL REYNOLDS/EPA

Senator Harry Reid saat berjalan menuju podium sebelum berbicara di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat.

Foto oleh MICHAEL REYNOLDS/EPA

Menanggapi pernyataan-pernyataan di atas, Senator Partai Demokrat Harry Reid menegaskan bahwa umat Muslim merupakan bagian tak terpisahkan dari Amerika Serikat.

"3 juta muslim yang ada di Amerika Serikat merupakan bagian dari pembentukan Amerika Serikat," tulis Reid dalam status di laman Facebook miliknya, Selasa, 22 September, dini hari WIB (Senin waktu Amerika Serikat).

Dalam status yang sama, ia juga secara terbuka menyerang sikap sejumlah bakal calon presiden Partai Republik yang diskriminatif terhadap umat Muslim. 

"Kemarin dalam acara jumpa pers, saya melihat bagaimana bakal calon presiden Partai Republik Ben Carson merendahkan Kareem Khan dan semua umat Muslim Amerika.

"Ben Carson mempertanyakan pengabdian Muslim Amerika Serikat terhadap negara ini. Ia mempertanyakan integritas mereka, bahkan menyebut bahwa mereka tidak layak menjadi Presiden Amerika Serikat. Ini memalukan" tulis Reid.

Siapakah Kareem Khan?

Khan adalah seorang pemuda Muslim yang juga merupakan anggota militer Amerika Serikat. Ia meninggal dunia saat sedang bertugas di Iraq pada 2007 dalam usia 20 tahun.

Reid menceritakan kisah Khan juga melalui Facebooknya dan menyebut bahwa pengorbanan Khan adalah bentuk pengabdian yang luar biasa bagi Amerika Serikat. 

In Arlington National Cemetery, there is a white headstone, which, like so many others, marks the final resting place of... Posted by Senator Harry Reid on Monday, September 21, 2015

Hillary Clinton: Muslim bisa jadi presiden AS

Sementara dari kubu Partai Demokrat, pernyataan Reid didukung oleh bakal calon presiden terkuat Demokrat saat ini, Hillary Clinton.

Setelah juga meyebut sikap Trump sebagai sikap yang "sangat keliru", mantan Menteri Luar Negeri AS ini merespon pernyataan Carson dengan mencuitkan penggalan konstitusi Amerika Serikat berikut ini: 

Can a Muslim be President of the United States of America? In a word: Yes. Now let's move on. -H pic.twitter.com/AB99hiUPie — Hillary Clinton (@HillaryClinton) September 21, 2015

"Apa seorang muslim bisa menjadi Presiden Amerika Serikat? Dalam satu kata, ya," tulis Hillary dalam cuitan yang sama. 

Bagaimana menurutmu, apakah seorang Muslim bisa menjadi presiden AS? —Rappler.com

BACA JUGA: