Jokowi instruksikan evakuasi korban bencana asap

 

JAKARTA, Indonesia—Presiden Joko “Jokowi” Widodo menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk segera mengevakuasi korban bencana asap. Evakuasi harus dilakukan dengan masif, terutama untuk anak-anak dan bayi. 

“Saya kira proses itu segera dilaksanakan dan saya instruksikan untuk penanganan yang fokus, penanganan api dan dampak asap ini dilakukan secara masif. Semua kementerian agar konsentrasi dan masuk ke lapangan, terutama untuk yang berkaitan dengan anak dan bayi,” kata Jokowi.  

Pelaksanaan evakuasi bisa dimulai dengan memanfaatkan kantor pejabat daerah.

“Mungkin bisa saja di kantor bupati atau di kantor yang lainnya yang dipakai khusus untuk bayi dan anak,” kata Jokowi. 

Jokowi menambahkan bahwa kesehatan para korban bencana juga harus diperhatikan. Secara khusus, presiden meminta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk memobilisasi swasta dan Badan Usaha Milik Negara untuk ikut terlibat. 

“Saya kira sudah harus mulai terlaksana. Baik untuk yang berkaitan dengan ISPA, (masalah) kesehatan yang lainnya, dampak dari asap ini,” ujarnya.

Sementara itu di bidang pendidikan, Jokowi meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk turun langsung memantau persiapan Ujian Nasional. 

“Harus betul-betul disiapkan jalan keluarnya. Sekolah juga tahu, murid juga tahu, sehingga mereka juga tenang dalam mempersiapkan kegiatan belajar dan mengajar,” katanya. 

Korban anak terus bertambah

Menurut catatan Rappler, pada awal Oktober saat asap mulai menyelimuti langit Sumatera dan Kalimantan, sudah ada laporan 18 bayi dirawat di rumah sakit umum daerah di Riau. 

"Hingga saat ini RSUD sudah menangani puluhan anak-anak dan bayi yang terkena dampak kebakaran lahan dan hutan," kata Kepala Bidang PMK Dinas Kesehatan Kuantan Singingi, Detri Elvira seperti dikutip Antara.

Beberapa anak di Riau juga meninggal diduga karena kabut asap, seperti Muhanum Anggriawati, 12 tahun, yang meninggal pada 19 September lalu, dan Ramadhani Lutfi Aeril, 9 tahun.

Luhut koordinasi kebakaran hutan

Jokowi juga memutuskan untuk tidak memasukkan nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan ke dalam daftar rombongan kunjungannya ke Amerika Serikat.

Presiden akan berkunjung ke Amerika Serikat mulai 25 Oktober sampai 29 Oktober, didampingi oleh beberapa menteri Kabinet Kerja. 

“Presiden telah memutuskan peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di bawah koordinasi Menkopolhukam, sehingga demikian Menkopolhukam yang seharusnya persiapan ke Amerika, beliau tidak boleh berangkat,” kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. 

Sebaliknya, Luhut akan terbang ke Kalimantan Sabtu, 24 Oktober, untuk meninjau langsung di lapangan. 

Luhut membenarkan ia tak akan berangkat ke Amerika, melainkan akan turun ke lapangan besok. Langkah pertama yang akan dia ambil, salah satunya adalah mempersiapkan tempat pengungsian sementara. 

“Kami sudah persiapkan kapal perang maupun Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia) untuk kalau diperlukan akan dijadikan tempat pengungsian di daerah-daerah tertentu, di Sumatera dan di Kalimantan,” katanya. —Rappler.com

BACA JUGA