5 hal yang kamu perlu tahu tentang Donald Trump

JAKARTA, Indonesia — Dua kandidat Presiden Amerika Serikat akan berdebat untuk pertama kalinya pada Senin, 26 September, waktu setempat (Selasa pagi, 27 September, WIB).

Calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, akan bertemu dengan saingannya dari Partai Republik, Donald Trump.

Siapa Donald Trump dan apa latar belakangnya? Berikut 5 hal yang perlu kamu tahu tentang Trump: 

1. Miliuner ‘real estate’

Trump mengklaim kekayaan bersihnya mencapai lebih dari AS$10 miliar (sekitar Rp131,2 triliun), walau menurut Forbes kekayaannya sekitar $4 milliar (Rp52,48 triliun), dan Bloomberg Billionaires Index memperkirakan hartanya bernilai $2,9 miliar (sekitar Rp38 miliar). 

Trump lahir di keluarga yang kaya raya. Ayahnya, Fred, membangun dan menjual rumah bagi para prajurit Amerika Serikat serta keluarga mereka pada masa Perang Dunia II. Saat sang Ayah meninggal pada 1999, Trump diperkirakan mendapat warisan senilai sekitar $40 juta hingga $200 juta dari bangunan-bangunannya. 

Sejak 1974, Trump menjadi presiden pelaksana di perusahaan ayahnya. Walau sempat beberapa kali bangkrut, secara keseluruhan pada akhirnya Trump bertahan dan kembali sukses dalam investasinya di bidang real estate. Trump juga meraup keuntungan dari proyek pengembangan serta manajemen properti bagi pengembang lain. 

Salah satu faktor kesuksesannya mungkin adalah timnya, yang terdiri dari sedikit orang yang merupakan penasihat strategis yang dipercayai Trump.

Tak seperti miliuner real estate lain, Trump mencoba merambah ke berbagai bisnis, walau ia tak selalu meraih kesuksesan di bidang-bidang tersebut. Beberapa bisnisnya mencakup Trump Airlines, Trump University, Trump Magazine, Trump Vodka, Trump Mortgage, serta Trump Steaks. 

2. Bintang televisi

Sejak 2004, Trump menjadi host sekaligus executive producer untuk serial reality show, yaitu The Apprentice. Tiga tahun kemudian, Trump menerima sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame untuk kontribusinya di dunia televisi lewat acara tersebut.

Trump juga menjadi host serta co-producer bersama Mark Burnett untuk acara The Celebrity Apprentice. Namun, pada 29 Juni 2015, NBC memutus hubungan dengan Trump karena ia menyebut imigran Meksiko adalah “pemerkosa” dan “bandar narkoba”.

Seorang yang bekerja dengan Trump menyatakan pada media, “Ia [Trump] hidup untuk melihat namanya dipuji di media”.

3. Sudah lama ingin menjadi presiden

Sejak 2015, Trump memulai kariernya di dunia politik dan mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden melalui Partai Republik. Namun, sejak sekitar dua dekade silam Trump telah menunjukkan ketertarikan untuk menjadi presiden Amerika Serikat. 

Trump pertama kali mengekspresikan keinginannya menjadi kandidat presiden AS pada 1987, kemudian pada 1999, 2004, 2008, dan 2011. 

Uniknya, jauh sebelum Trump resmi terjun ke dunia politik, serial televisi kartun The Simpsons pada Maret 2000 menayangkan episode di mana Bart menuju masa depan di mana Trump menjadi presiden AS.

4. Mengusulkan kebijakan kontroversial

Sejumlah idenya tentang bagaimana Amerika Serikat jika ia yang menjadi presiden tergolong kontroversial. Ketidaksukaan Trump pada imigran illegal—terlepas dari fakta bahwa kakek dan neneknya adalah imigran dari Jerman dan istrinya adalah imigran dari Slovenia—membuatnya menuntut dibangunnya tembok di perbatasan AS-Meksiko, dan Meksiko yang harus membiayainya. 

Tembok ini adalah solusi Trump untuk mencegah imigrasi illegal dari Meksiko, dan negara Amerika Latin lainnya, menuju AS. Lantaran, imigran ilegal, menurut Trump, menyebabkan kemiskinan dan tindak kriminal di Amerika Serikat. 

Trump juga ingin mengubah hubungan AS dengan Tiongkok. Negara tirai bambu itu menurut Trump adalah “manipulator mata uang”.

Ia mengusulkan AS bernegosiasi ulang dengan Tiongkok dan memaksa mereka menghentikan “tindakan tak adil dan tak sesuai hukum dengan memaksa perusahaan AS berbagi teknologi dengan kompetitor asal Tiongkok sebagai syarat memasuki pasar Tiongkok.” 

Trump juga berencana menurunkan tarif pajak perusahaan serta meningkatkan kehadiran militer Amerika Serikat di Laut Cina Selatan dan Timur untuk “membuat Tiongkok enggan berpetualang”. 

5. Memilih Mike Pence sebagai wakil presiden

Sebuah media mendeskripsikan Mike Pence sebagai seorang “pria tua berkulit putih yang sangat religious, anti-aborsi, anti hak asasi LGBT.”

Di sebuah status Facebook mengenai dipilihnya Pence sebagai wakil presiden Trump, seorang warga AS, yaitu Javiera C, menulis bahwa jika Trump “memilih seorang yang lebih layak daripada sang inkarnasi iblis, ia akan berdaya tarik lebih. Kita semua tahu Trump kemungkinan akan dimakzulkan di tahun pertamanya jadi wakil presidennya akan menjadi presiden”. —Rappler.com