Johan Kieft, staf PBB asal Belanda yang menjadi salah satu korban bom Sarinah

JAKARTA, Indonesia — Seorang warga negara Belanda bernama Johan Kieft menjadi salah satu korban yang terluka parah akibat ledakan bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 Januari. 

Menurut laporan Sydney Morning Herald, pada saat kejadian, Kieft berada di dalam Starbucks Coffee di Menara Cakrawala sehingga mengalami luka berat yang mengharuskannya menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Menurut seorang rekan, Kieft berada di dekat bom ketika meledak di kafe Starbuck.

"Tengkorak kepala teman saya itu hingga pecah akibat ledakan bom. Belum lagi badannya dipenuhi pecahan besi paku. Dia baru saja selesai melakukan operasi dan berhasil," ujar rekannya yang tak mau disebutkan namanya itu.

Kieft merupakan kepala unit Green Economy UNORCID (Kantor PBB untuk koordinasi REDD++ di Indonesia) yang berkantor di Jakarta sejak Juli 2013.

Sebelumnya, Kieft juga sempat bekerja untuk UNDP (Kantor PBB untuk program-program pembangunan) di Hanoi, Vietnam, sejak Maret 2010 hingga Juni 2013.

Ia juga sempat bekerja di Timor Leste pada tahun 1998 untuk lembaga non-profit OXFAM selama satu tahun tujuh bulan, bekerja untuk CARE Indonesia selama hampir sembilan tahun sejak September 2000, dan bekerja untuk GRM International selama satu tahun sembilan bulan pada Juli 2008.

Selain itu, Kieft juga merupakan anggota dewan Netherland International School di Jakarta pada Agustus 2004 hingga Juni 2007, serta manajer liga sepakbola muda Jakarta pada Agustus 2008 hingga Maret 2010. —Rappler.com

BACA JUGA: