Sekjen PAN: Soal 'reshuffle', tak ada kesepakatan dengan Jokowi

JAKARTA, Indonesia — Merespons pemberitaan media bahwa Presiden Joko "Jokowi" Widodo akan memasukkan dua orang kadernya dalam komposisi Kabinet Kerja pasca reshuffle jilid dua, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan bahwa hal tersebut tak benar. 

"Tidak ada kesepakatan dengan Pak Jokowi seperti yang menjadi rumor itu. Partai Amanat Nasional menghormati proses pemilihan menteri dan reshuffle sepenuhnya sebagai hak prerogatif presiden," kata Eddy kepada Rappler, Kamis, 24 Desember.

Sebelumnya, salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN, Aziz Subekti, mengklaim dirinya telah mendapatkan informasi bahwa reshuffle jilid dua akan segera dilakukan Jokowi usai pengumuman harga bahan bakar minyak (BBM) kemarin.

“Perkiraan teman-teman perombakan dilakukan setelah adanya pengumuman penurunan harga BBM,” kata Aziz, Rabu, 23 Desember.

Menurut Azis, dua menteri akan digeser dari jabatan mereka dan digantikan oleh kader PAN. Keduanya adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Jonan, menurut informasi yang diterima Azis, akan diganti oleh Wakil Ketua DPR asal PAN, Taufik Kurniawan. Sementara Siti akan diganti oleh Asman Asnur, kader PAN yang saat ini menjadi anggota Komisi Kependudukan dan Kesehatan DPR. 

Menanggapi pernyataan ini, Eddy mengungkapkan bahwa pernyataan Azis merupakan telaah dan analisis pribadi serta tidak merepresentasikan partai. 

Sebelumnya Jokowi telah melakukan kocok ulang jabatan menteri pada September lalu.Rappler.com

BACA JUGA: