Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Anggota DPR mengeritik, Kemenpora kukuh mendukung Rio

JAKARTA, Indonesia – Mimpi pebalap muda Indonesia Rio Haryanto untuk tampil di Formula1 terus mendapat tantangan. Rencana pemerintah untuk turut membiayai penampilannya di F1 mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat.

“Kami menyayangkan (rencana) bantuan dana Rp 100 miliar karena berasal dari APBN," kata anggota Komisi X Yayuk Basuki  pada hari Rabu, 3 Februari.

"Kekhawatiran lainnya, (bantuan itu) juga akan membuat kecemburuan dari sesama atlet profesional lain,” lanjut Yayuk.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan akhir bulan Januari bahwa pemerintah akan mengalokasikan  Rp 100 miliar untuk membantu penampilan Rio di F1.

 

 

Momentum Promosi

Staf Khusus Kemenpora Bidang Olahraga M. Yusuf Khusen mengatakan alasan pertama pemerintah mengalokasikan dana untuk penampilan Rio di F1 adalah momentum.

Keberhasilan Rio yang berjuang dari titik nol hingga bisa menembus level tertinggi balapan jet darat itu patut diacungi jempol. Belum ada pebalap Indonesia lain yang mampu meraih prestasi setinggi itu.

Dengan skill dan kemampuan yang mumpuni, Rio bukanlah pebalap yang hanya mengandalkan uang. Dia sudah membuktikannya di musim terakhir GP2 dengan finis di peringkat 5.

Rio telah tiga kali menjadi penguasa sirkuit:  Sirkuit Silverstone di Inggris, Sirkuit Bahrain International Circuit di Bahrain, dan Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

"Kesempatan seperti ini kami yakin tak akan datang setiap tahun, bahkan sepuluh tahun sekali. Dia pebalap Indonesia pertama lho yang bisa menembus persaingan agar bisa masuk tim F1," katanya.

Jika momen ini lepas, lanjut Khusen, bukan tak mungkin Indonesia harus menunggu puluhan tahun lagi agar bisa mendapatkan peluang kembali.

Alasan kedua, kata Khusen, adalah promosi Indonesia. Dengan tampil di olahraga elit dunia, Indonesia memiliki peluang memasarkan dirinya kepada korporasi besar dunia.

Indonesia akan lebih dikenal dalam menjalankan promosi ke masyarakat kelas atas dunia.

"Marilah kita berpikir lebih luas. Tidak sekadar melihatnya sebagai uang bantuan keluar ke individu Rp 100 miliar, tapi juga dilihat dari sisi promosi," tutur eks wartawan olahraga tersebut.

Dengan nilai yang begitu besar, lanjutnya, apa yang didapatkan juga besar bagi Indonesia. Promosi yang dilakukan bakal lebih masif. Senan, logo ataupun stiker promosi Indonesia bisa menempel di mobil Rio. Seluruh dunia menyaksikannya.

"Bisa saja misalnya dipasang logo Wonderful Indonesia, atau road to Asian Games," terang dia.

Konsep itulah yang selama ini menurut Khusen dilakukan oleh Malaysia sehingga cukup dikenal di dunia. Mereka berani promosi melalui F1, di klub sepak bola Eropa seperti Cardiff City dan Sevilla.

"Ternyata Malaysia lebih aware dibandingkan Indonesia. Makanya saat ini adalah momen untuk promosi Indonesia. Kalau dipasangkan di mobil Rio saya kira akan lebih nendang,” kata Khusen.

“Satu musim penuh lho, cuma Rp 100 miliar. Bandingkan dengan anggaran promosi kita berapa triliun, dampaknya bagaimana?," imbuhnya.—Rappler.com

BACA JUGA: