Rio Haryanto masih diberi kesempatan membalap di GP Jerman

JAKARTA, Indonesia - Nasib pembalap Formula 1 kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto masih belum menemukan titik cerah. Malah PT Manor Racing telah mengirimkan surat kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi yang berisi kemungkinan akan mengganti Rio dengan pembalap lain jika komitmen keuangan belum dipenuhi.

Begitu menerima surat tersebut, Kemenpora kemudian berkoordinasi secara internal dengan PT Pertamina. Dari komunikasi tersebut, pemerintah mendorong agar PT Manor Racing tetap memberikan Rio kesempatan untuk melanjutkan putaran balapan di ajang Formula 1.

"Informasi terakhir, Rio Haryanto masih diberi kesempatan untuk mengikuti putaran balapan F-1 di Hockenhiem, Jerman pada tanggal 1 Agustus mendatang. Tetapi, harapan Kemenpora, PT Pertamina dan sebagian besar masyarakat Indonesia tentu agar Rio bisa bertanding satu musim penuh," ujar Deputi bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto dalam keterangan tertulis pada Rabu, 27 Juli.

Balapan di musim 2016 akan berakhir di Yas Marina, Abu Dhabi yakni pada tanggal 27 November.

Kemenpora menyebut justru sudah seharusnya PT Manor Racing membiarkan Rio untuk bertanding selama satu musim penuh. Sebab, Direktur PT Manor Racing Team, Dave Ryan mengatakan dalam komunikasi melalui Skype pada bulan Februari lalu bahwa Rio akan mengikuti balapan hingga akhir sesi F1 tahun 2016.

"Alasan lain, Direktur PT Manor Grand Prix Racing, Abdulla Boulsien dalam pertemuan terakhir dengan Menpora pada tanggal 14 Juni lalu telah berwacana untuk program karir Rio pada dua tahun berikutnya dan kerjasama eduksi F1 antara Manor Racing dengan Pemerintah Indonesia," tutur Gatot.

Untuk memperjuangkan nasib Rio, Imam akan berkirim surat kepada Manor Racing agar memberikan pembalap asal Solo itu bertahan selama 1 musim penuh.

Tim Manor Racing meminta dana sponsor sebesar 15 juta Euro kepada manajemen Rio. Berdasarkan informasi dari Kemenpora, dana tersebut semula harus dikirimkan kepada tim F-1 Manor Racing pada pertengahan bulan Februari 2016.

Tetapi, sebagian masalah pendanaan tersebut diatasi oleh keluarga Rio dengan menyetor sebesar 3 juta Euro dan dibantu PT Pertamina senilai 5 juta Euro. Kemenpora sudah berupaya membantu untuk mencari dana tambahan bagi Rio. Mulai dari penggunaan dana APBN sebesar Rp 100 miliar hingga menginisiasi SMS donasi bagi Rio. Untuk penggalangan donasi melalui SMS, Kemenpora bekerja sama dengan Kemkominfo.

Namun, semua upaya itu belum membuahkan hasil yang maksimal. Komisi X DPR menolak penggunaan APBN bagi Rio. Sedangkan dana penggalangan melalui SMS dari 5 operator seluler hanya menghasilkan Rp 300 juta. Dana itu juga ditambah pengumpulan dana sejumlah pejabat Kemenpora yang terkumpul kurang dari Rp 300 juta.

Kemenpora juga telah berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan akhirnya memperoleh komitmen dana sebesar Rp 5 miliar.

"Sumbangan dan penggalangan dana melalui SMS sudah diserahkan kepada tim Rio Haryanto," kata Gatot.

Lalu, bagaimana nasib Rio setelah balapan di sirkuit Jerman nanti? - Rappler.com

BACA JUGA: