Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Berbagai risiko yang mungkin timbul akibat aborsi

Aborsi merupakan berakhirnya suatu kehamilan. Terdapat dua jenis aborsi berdasarkan penyebabnya, yaitu aborsi yang disengaja (induced abortion) dan aborsi yang tidak disengaja (spontaneous abortion). 

Spontaneous abortion ini sama seperti keguguran, di mana kematian janin terjadi dengan sendirinya dan biasanya diakibatkan oleh masalah medis. Sedangkan, aborsi yang disengaja masih menjadi kontroversi baik dari segi medis maupun moral.

Di Indonesia sendiri, aborsi yang disengaja merupakan sebuah tindakan yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi yang dilakukan secara ilegal dapat dijatuhi hukuman pidana sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab XIX tentang kejahatan terhadap nyawa. 

Ibu yang melakukan aborsi, orang, atau tenaga medis yang membantu ibu melakukan aborsi, serta orang yang mendukung tindakan ini dapat dikenai hukuman.

Syarat aborsi yang dibolehkan di Indonesia

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, aborsi merupakan tindakan yang dilarang dan hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti:

PP ini mengatur bagaimana seharusnya aborsi dilakukan dengan semestinya karena hal-hal tertentu, dan bagaimana aborsi dilakukan secara aman dengan bantuan dokter. Dengan adanya PP ini, diharapkan aborsi tidak lagi dilakukan sembarangan dan juga dapat menekan angka kehamilan di luar pernikahan atau kehamilan yang tidak diinginkan.

Sebanyak 30% kematian ibu adalah karena aborsi

Kebanyakan aborsi di Indonesia disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan yang terjadi di luar pernikahan, sehingga aborsi dilakukan secara ilegal. 

Banyak praktik aborsi ilegal di Indonesia menggunakan peralatan seadanya dan dengan metode yang bukan seharusnya. Imbasnya, kebanyakan aborsi ilegal menyebabkan dampak buruk pada kesehatan wanita, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2008, kematian akibat aborsi mencapai 30% dari 228 per 100 ribu kelahiran hidup angka kematian ibu (AKI).

Hal ini berbeda dengan negara yang melegalkan aborsi, seperti Amerika Serikat, di mana aborsi dilakukan dengan aman dan dengan bantuan dokter, sehingga komplikasi sangat jarang ditemukan.

Bagaimana aborsi di negara yang melegalkan aborsi?

Di negara yang melegalkan aborsi, aborsi dilakukan dengan bantuan medis. Terdapat dua cara untuk melakukan aborsi, yaitu dengan obat dan dengan operasi, seperti vacuum aspiration atau dilasi dan evaluasi (D&E). 

Hal ini tergantung dari usia kandungan Anda. Jika kandungan Anda sudah berusia lebih dari 9 minggu, aborsi dengan cara operasi merupakan satu-satunya pilihan. Operasi ini dilakukan dengan dokter yang bersertifikat, sehingga aman untuk dilakukan dan bukan merupakan hal yang dilakukan sembarangan.

Apa saja dampak yang mungkin muncul akibat aborsi?

Risiko untuk menjalani aborsi pada kehamilan trimester kedua lebih tinggi daripada di usia kehamilan trimester pertama. Beberapa risiko utama dari aborsi adalah:

Dari berbagai risiko di atas, bisa dilihat bahwa aborsi yang dilakukan secara ilegal maupun legal (dengan menggunakan obat atau operasi), keduanya sama-sama dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu. 

Tidak ada yang tidak aman jika Anda berniat untuk melakukan aborsi, kecuali jika memang kehamilan tersebut mengancam nyawa Anda atau bayi Anda. —Rappler.com

Sumber tulisan ini berasal dari HelloSehat.com, sebuah situs kesehatan yang menyediakan informasi terpercaya yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.