SAKSIKAN: Apa rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah Pasar Ikan digusur?

SEBELUM DAN SESUDAH. Pasar Ikan Penjaringan Utara sebelum diratakan, Minggu, 10 April 2016 (atas) dan setelah diratakan, Senin, 11 April 2016 (bawah). Foto oleh Febriana Firdaus/Rappler

SEBELUM DAN SESUDAH. Pasar Ikan Penjaringan Utara sebelum diratakan, Minggu, 10 April 2016 (atas) dan setelah diratakan, Senin, 11 April 2016 (bawah).

Foto oleh Febriana Firdaus/Rappler

JAKARTA, Indonesia—Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara telah rata dengan tanah, Senin, 11 April 2016. 

Sebanyak 11 alat berat dan 30 truk dan 2.000 personel Satuan Polisi Pamong Praja dikerahkan untuk membongkar bangunan-bangunan kios di area tersebut. Jumlah personel itu belum termasuk Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI, dan Dinas Perhubungan. 

Lalu apa yang terjadi setelah penggusuran? Kepala Satpol PP Jupan Royter mengatakan pada Rappler, kawasan ini masuk roadmap wisata bahari. "Nanti kan view-nya bagus," ujar Jupan pada Rappler saat dikunjungi ke kantornya pekan lalu. 

Jupan menambahkan, area Museum Bahari dan Sunda Kelapa masuk dalam 12 wilayah wisata yang dikembangkan oleh pemerintah Jakarta Utara. 

Untuk rencana wisata bahari, begitu Jupan menyebutnya, pemerintah membagi menjadi 5 zona. Pasar Ikan masuk zona I yang harus ditertibkan. 

Terkait pembangunan di Pasar Ikan, Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menambahkan akan dibangun sebuah superblok yang akan digarap PT Agung Podomoro Land (APLN).

"Kita mau bangun kaya Green Bay, ini buat nelayan, rakyat kecil, dan PKL," kata Ahok. 

Seperti apa pemetaan selengkapnya? Saksikan video blog kami dari lantai III Menara Syahbandar, Museum Bahari. 

—Rappler.com