Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Rupiah hari ini: Menguat karena intervensi BI

JAKARTA, Indonesia — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rabu, 11 November, menguat menjadi Rp 13.576 dari Rp 13.619 per dolar AS di hari sebelumnya. Demikian berdasarkan data kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.

Hal ini menurut analis terjadi karena adanya upaya intervensi pasar yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). 

"Laju nilai tukar rupiah mampu mengalami kenaikan seiring dengan adanya intervensi dari Bank Indonesia," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.

Selain itu menurut Reza, penguatan rupiah juga didorong sentimen positif yang datang dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"BKPM optimistis pada tahun ini realisasi investasi bakal melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp 519,5 triliun. Nilai investasi yang lebih baik itu menandakan fundamental perekonomian Indonesia ke depan masih akan tumbuh sehingga mengangkat nilai tukar domestik," kata Reza.

Kendati demikian, Reza memprediksi bahwa tren penguatan rupiah cenderung akan berlangsung terbatas. Pasalnya, masih ada harapan yang relatif besar di pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat atau The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga pada Desember mendatang. 
Laporan dari Antara/Rappler.com

BACA JUGA: