Singapura tetap waspada terhadap serangan teror lainnya

JAKARTA, Indonesia - Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen mengatakan pemerintahnya harus berasumsi masih ada rencana teror lain yang ditujukan kepada Negeri Singa itu. Oleh sebab itu, sejak terjadi serangan ke Amerika Serikat pada 11 September 2001, Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) memperhatikan secara dekat ancaman dari udara dan meningkatkan sistem pertahanan mereka.

Komentar itu disampaikan oleh Ng pasca otoritas Indonesia berhasil menangkap 6 orang terduga teroris yang tergabung dalam kelompok Katibah Nusantara pimpin Gigih Rahmat Dewa. Bahkan, Polri menyebut Gigih sempat berencana bersama Bahrun Naim untuk menyerang Marina Sand Bay dengan meluncurkan roket dari Kepulauan Batam. (BACA: Densus 88 tangkap 6 orang terduga teroris Katibah Nusantara di Batam)

Dalam akun Facebooknya, Ng menulis rencana yang baru-baru ini terbongkar menunjukkan betapa pentingnya upaya Pemerintah Singapura dan mengapa mereka terus melindungi negaranya.

"Terorisme adalah sebuah permasalahan global dan tidak ada satu pun negara yang kebal. Kita harus tetap waspada dan meningkatkan sistem pertahanan kita," tulis Ng seperti dikutip stasiun berita Channel News Asia pada Jumat, 5 Agustus.

Pentingnya kerja sama dengan Indonesia

Sementara, Menteri Dalam Negeri dan Hukum, K Shanmugam menyerukan kepada warga Singapura untuk ekstra berhati-hati. Dia mengaku tidak terkejut jika ada rencana teror yang diarahkan ke Singapura.

"Saya sudah berbicara beberapa kali mengenai rencana (teror) yang sedang dibuat di beberapa tempat di luar Singapura untuk menyasar negara kita. Kami serius menanggapi ancaman itu," kata Shanmugam.

Serangan itu bisa saja datang dari kelompok teroris yang ingin masuk ke Singapura atau berasal dari luar Negeri Singa.

"Ukuran negara kita yang kecil justru meningkatkan potensi untuk dijadikan target," katanya lagi.

Dia mengaku bersyukur dan berterima kasih atas upaya yang telah diambil oleh otoritas Indonesia.

"Ini menunjukkan pentingnya kerjasama di antara kedua negara. Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan otoritas di Indonesia," ujar Shanmugam.

Singapura menjadi salah satu negara peserta yang hadir dalam pertemuan internasional untuk menanggulangi tindak terorisme (IMCT) yang digelar di Bali pada Rabu, 10 Agustus.

"Warga kita harus ekstra berhati-hati. Kami terus menekankan pentingnya keamanan Singapura dan peranan yang harus dimainkan oleh setiap orang," kata dia. - Rappler.com